Desa Penglipuran, Bali. (Dok. Pinterest)
BALI - Saat mendengar kata "Bali", yang pertama terbayang mungkin adalah pantai, sunset, dan suara musik dari beach club. Tapi Bali punya sisi lain yang jauh lebih tenang, sederhana, dan justru membekas di hati. Salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli.
Baca juga: “This Is Bali” Ubud: Pengalaman Kuliner Autentik dengan Sentuhan Modern
Jalan masuknya tidak besar, namun begitu melewati gerbang desa, suasananya langsung berbeda. Rumah-rumah adat berjajar rapi dengan halaman bersih dan tanaman hijau di setiap sudutnya. Tidak ada kendaraan bermotor, tidak ada kebisingan, hanya suara angin, cicit burung, dan langkah kaki pelan para pengunjung. Rasanya seperti masuk ke dimensi lain yang lebih damai.
Baca juga: Nongkrong Hits di Bali? Coba 3 Beach Club Ini, Gak Perlu Bayar Tiket Masuk
Desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dan itu bukan klaim semata. Warga di sini benar-benar menjaga tradisi dan kebersihan dengan sepenuh hati. Tapi yang paling terasa bukan cuma bersih secara fisik, melainkan suasananya yang adem, hangat, dan menenangkan. Banyak wisatawan yang datang hanya ingin duduk diam di salah satu anak tangga, menyesap kopi Bali hangat, sambil menikmati suasana yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Di sela-sela rumah, kamu bisa melihat aktivitas warga yang masih menjaga budaya—membuat sesajen, merangkai janur, atau menenun kain. Semua dilakukan tanpa terburu-buru, seperti sedang memberi pesan bahwa hidup bisa dijalani dengan lebih pelan, tapi tetap penuh makna.
Baca juga: Gigi Susu Canggu: Kafe Viral yang Wajib Masuk Feed Kamu
Kunjungan ke Desa Penglipuran seolah mengingatkan bahwa keindahan Bali tidak selalu datang dari tempat ramai atau mewah. Kadang justru muncul dari kesederhanaan yang ditata dengan rasa hormat pada alam dan tradisi. Di sini, kamu tidak perlu banyak aktivitas. Cukup hadir, diam, dan biarkan suasana desa menyentuhmu perlahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan