Jumat, 11 JULI 2025 • 13:06 WIB

Jalan-Jalan ke Bali? Jangan Pulang Sebelum Coba Makanan Khas Ini!

Author

Babi Guling Khas Bali. (Dok. Annisha Bharati)

BALI - Bali bukan hanya tentang keindahan pantai dan budaya yang magis, tapi juga tentang rasa. Di balik setiap upacara, perayaan, atau bahkan kegiatan sehari-hari masyarakat Bali, selalu ada satu elemen yang tak pernah absen: makanan. Kaya rempah, berani dalam rasa, dan sarat filosofi, makanan khas Bali bukan sekadar santapan, tapi cerminan dari tradisi, spiritualitas, dan identitas pulau ini.

Baca juga: Nongkrong Hits di Bali? Coba 3 Beach Club Ini, Gak Perlu Bayar Tiket Masuk

Salah satu hidangan paling ikonik tentu saja Babi Guling. Daging babi utuh yang dibumbui dengan base genep—racikan rempah tradisional Bali seperti kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, hingga cabai—kemudian dipanggang perlahan hingga kulitnya garing keemasan. Babi Guling biasanya disajikan dalam acara adat atau perayaan besar, namun kini juga mudah ditemukan di warung-warung khas Bali. Setiap daerah punya racikan sendiri yang membuat cita rasanya unik.

Selain itu, ada juga Ayam Betutu, hidangan unggas yang dimasak dengan teknik kukus atau panggang dalam waktu lama setelah dibumbui dengan base genep. Ayamnya empuk, bumbunya meresap hingga ke tulang, dan rasanya pedas gurih yang khas. Ayam Betutu sering disajikan sebagai sajian sakral dalam upacara adat, namun kini telah menjadi favorit wisatawan karena aromanya yang menggoda dan rasanya yang mendalam.

Baca juga: Pagi Penuh Magi: Jelajahi 3 Spot Sunrise Terindah di Pulau Dewata

Tak kalah menarik adalah Lawar, sajian campuran sayuran, kelapa parut, dan daging cincang yang dibumbui rempah lengkap. Beberapa varian lawar bahkan menggunakan darah segar sebagai penyedap alami, membuat cita rasanya kuat dan otentik. Lawar biasanya disajikan bersama nasi putih hangat dan menjadi pendamping setia dalam piring Babi Guling atau Ayam Betutu.

Bagi pencinta seafood, Bali juga punya Sate Lilit, olahan ikan cincang yang dibumbui lalu dililitkan pada batang serai sebelum dibakar. Aromanya harum, rasanya gurih, dan teksturnya lembut. Sate Lilit adalah bukti bahwa makanan sederhana pun bisa jadi sajian istimewa jika dimasak dengan cinta dan bumbu yang tepat.

Dan tentu saja, tak lengkap rasanya membicarakan kuliner Bali tanpa menyebut nasi campur khas Bali. Setiap warung atau restoran memiliki versi mereka sendiri, namun isinya kurang lebih terdiri dari nasi putih, lawar, sate lilit, ayam atau babi, sayur urap, sambal matah, dan kerupuk. Paduan rasa pedas, gurih, manis, dan asam bercampur di satu piring—pengalaman rasa yang sulit dilupakan.

Baca juga: Sunday Market La Brisa: Pasar Mingguan Estetik di Tepi Pantai, Surganya Belanja Barang Lokal di Bali!

Lebih dari sekadar mengenyangkan, makanan khas Bali adalah perwujudan dari filosofi hidup masyarakat Bali: harmoni, keseimbangan, dan rasa syukur. Di setiap bumbu dan cara penyajiannya, ada nilai-nilai budaya yang dijaga turun-temurun. Itulah mengapa mencicipi kuliner Bali tak hanya memuaskan perut, tapi juga memperkaya pengalaman kita tentang makna kehidupan di pulau ini.

Jadi, jika kamu berkunjung ke Bali, jangan hanya mengejar sunset dan pantai. Luangkan waktu menjelajahi warung-warung lokal, pasar tradisional, atau rumah makan keluarga. Cicipi makanan khasnya, resapi bumbunya, dan biarkan rasa membawa kamu lebih dekat pada jiwa Bali yang sesungguhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU