Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 15:50 WIB

Siapa Bapak Palang Merah Dunia? Ini Kisah Henry Dunant yang Mengubah Sejarah Kemanusiaan

Siapa Bapak Palang Merah Dunia? Ini Kisah Henry Dunant yang Mengubah Sejarah KemanusiaanIlustrasi Bapak Palang Merah Dunia (Chat GPT)

BALI - Di tengah hiruk-pikuk konflik dunia yang kerap meninggalkan luka kemanusiaan, ada satu nama yang dikenang sebagai pelopor gerakan bantuan tanpa batas, ialah Henry Dunant. Sosok inilah yang pertama kali menggagas bahwa setiap korban perang berhak mendapat pertolongan, tanpa melihat siapa kawan dan siapa lawan. Dari sebuah peristiwa tragis di medan tempur, lahir ide besar yang kemudian mengubah cara dunia memandang kemanusiaan. Kisahnya bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana empati mampu melahirkan gerakan global yang bertahan hingga hari ini.

Nama Henry Dunant tercatat dalam sejarah sebagai pelopor gerakan kemanusiaan modern. Lahir di Jenewa, Swiss, pada 8 Mei 1828, Dunant dikenal sebagai aktivis sosial, pengusaha, sekaligus penulis yang memiliki kepedulian tinggi terhadap penderitaan sesama.

Baca juga: 25 Ucapan Selamat untuk Hari Jadi Palang Merah Indonesi (PMI)

Ia tumbuh dalam keluarga religius yang menanamkan nilai kepedulian sosial sejak kecil. Orang tuanya aktif membantu orang miskin, sakit, dan para tahanan. Lingkungan ini membentuk karakter Dunant menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan manusia.

Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis ketika ia menyaksikan langsung tragedi perang yang mengerikan di Italia pada pertengahan abad ke-19.

Momen Tragis di Pertempuran Solferino

Peristiwa penting yang mengubah arah hidup Dunant terjadi pada 24 Juni 1859 dalam Pertempuran Solferino di Italia utara.

Saat itu, Dunant sedang dalam perjalanan bisnis untuk bertemu Kaisar Prancis Napoleon III. Namun, ia justru tiba di lokasi perang yang baru saja usai. Apa yang ia lihat jauh dari bayangan, puluhan ribu tentara tergeletak di medan perang, banyak di antaranya terluka parah tanpa perawatan.

Jumlah korban begitu besar hingga tenaga medis tidak mampu menangani semuanya. Banyak prajurit dibiarkan menderita tanpa pertolongan.

Baca juga: Keren! Pria Ini Dapat Piagam Penghargaan dari PMI Setelah Donor Darah 50 Kali

Melihat kondisi tersebut, Dunant tidak tinggal diam. Ia menggerakkan warga sekitar untuk membantu para korban, tanpa membedakan apakah mereka berasal dari pihak kawan atau lawan. Prinsip kemanusiaan menjadi prioritas utama.

Dalam situasi itu, muncul semangat solidaritas yang dirangkum dalam ungkapan “Tutti fratelli” atau “kita semua bersaudara”. Aksi spontan ini menjadi titik awal lahirnya gagasan besar yakni, perlunya organisasi netral yang khusus menangani korban perang.

Sepulang dari Solferino, Dunant tidak melupakan pengalaman tersebut. Ia menuliskannya dalam sebuah buku berjudul A Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino) pada tahun 1862.

Dalam buku itu, ia mengajukan dua gagasan penting:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Siapa Bapak Palang Merah Dunia? Ini Kisah Henry Dunant yang Mengubah Sejarah Kemanusiaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!