BALI - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kota Denpasar tahun ini berlangsung meriah sekaligus sarat pesan edukatif. Bertempat di kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (22/2), kegiatan dipadukan dengan momentum car free day yang rutin dipadati warga untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga.
Sejak pagi, suasana di kawasan tersebut sudah terasa berbeda. Tidak hanya diramaikan aktivitas olahraga, masyarakat juga disuguhi berbagai kegiatan yang mengangkat isu pengelolaan sampah. Momentum ini dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kota Denpasar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar untuk menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Sebagai bentuk aksi nyata, sebanyak 300 compost bag dibagikan secara gratis kepada warga yang hadir. Pembagian ini tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk mendorong masyarakat mengolah sampah organik secara mandiri di rumah. Compost bag tersebut diharapkan mampu membantu proses pengomposan sederhana, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan secara signifikan.
Baca juga: Resah Karena Bau Sampah, Pemkot Semarang Langsung Turunkan Alat Berat Demi Kurangi Volume Sampah
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Seniman Nongcret Dewata yang menyisipkan pesan-pesan lingkungan melalui hiburan kreatif. Konsep ini membuat edukasi terasa lebih ringan dan mudah diterima masyarakat. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga tidak luntur. Mereka tetap bertahan mengikuti sosialisasi, berdialog dengan petugas, sekaligus menerima compost bag yang dibagikan.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah kota terhadap gerakan pengurangan sampah berbasis sumber.
Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga. Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif tidak bisa hanya mengandalkan sistem di hilir, tetapi harus dimulai dari kesadaran memilah dan mengolah sampah di rumah.
Sementara itu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa TP PKK Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ny. Sagung Antari Jaya Negara terus mendorong kader PKK dan Posyandu agar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Peran kader dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah. Semua pihak, mulai dari keluarga, komunitas, hingga pelaku usaha, perlu terlibat aktif. Melalui momentum HPSN ini, ia mengajak warga untuk memulai perubahan dari hal sederhana, seperti memanfaatkan compost bag untuk mengolah sisa makanan dan sampah organik rumah tangga.
“Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil. Penggunaan compost bag memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat signifikan jika dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada kader PKK, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat yang selama ini konsisten mendukung gerakan pengurangan sampah. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama disebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Denpasar.
Baca juga: Darurat Sampah Kalsel: TPA Basirih Kolaps, Solusi Ada di Ujung Jari Kita
Di sisi lain, Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DLHK dan TP PKK Denpasar. Tidak hanya membagikan compost bag, petugas juga memberikan edukasi langsung mengenai cara penggunaannya. Warga diberikan pemahaman tentang jenis sampah organik yang dapat diolah, teknik sederhana pengomposan, hingga penempatan komposter yang tepat di rumah.
Menurutnya, pendekatan edukatif sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari dapur rumah tangga.
Melalui peringatan HPSN ini, Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan pengurangan sampah berbasis sumber. Harapannya, kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh dan berdampak nyata pada penurunan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Dari Lapangan Renon, semangat menjaga bumi pun digaungkan, dimulai dari rumah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar