Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 11:55 WIB

Pasca Kebakaran, Pasar Tematik Ubud Disucikan Lewat Ritual Melaspas

Author

Pemkab Gianyar Gelar Melaspas Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud Pasca Kebakaran (adm gianyar)

BALI - Pemerintah daerah bersama pengelola pasar kembali menandai langkah pemulihan Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud melalui prosesi adat yang sarat makna spiritual. Upacara Tawur Balik Sumpah dan Melaspas digelar pada Senin (16/2) di kawasan Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud sebagai simbol pembersihan secara niskala setelah insiden kebakaran yang sempat melanda area tersebut beberapa waktu lalu. Ritual ini sekaligus menjadi tanda bahwa lokasi pasar dinilai telah siap digunakan kembali untuk aktivitas perdagangan masyarakat.

Kegiatan sakral tersebut dilaksanakan atas koordinasi Pemerintah Kabupaten Gianyar dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Prosesi dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Gria Budha Saraswati Batuan serta Ida Pedanda Mangasrawi Sidemen dari Gria Mangasrawi Lingkungan Lurah Ubud. Kehadiran para pemangku adat dan pemimpin spiritual memberi bobot religius pada pelaksanaan upacara yang berlangsung dengan suasana khidmat.

Baca juga: Kwamki Narama Kembali Kondusif, Ritual Adat Patah Panah Satukan Kelompok Dang dan Newegalen

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Sekretaris Daerah I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, jajaran DPRD Kabupaten Gianyar, serta tokoh adat dari Puri Agung Ubud. Selain itu, perangkat desa adat hingga pihak pengelola pasar ikut menyaksikan rangkaian persembahyangan yang disertai penghaturan banten pejati, prayascita, dan caru sebagai lambang harmonisasi antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.

Bagi masyarakat Bali, Melaspas bukan sekadar ritual formalitas. Upacara ini dipercaya mampu memulihkan keseimbangan energi suatu tempat sebelum kembali dimanfaatkan. Dalam konteks pasar yang sebelumnya terdampak musibah, prosesi tersebut juga memberi keyakinan psikologis bagi pedagang maupun pengunjung bahwa aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan rasa aman dan tenteram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Raka Suryadiputra, menegaskan bahwa makna pelaksanaan Melaspas tidak hanya berhenti pada aspek spiritual. Ia menilai kegiatan ini juga menjadi titik awal kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, doa yang dihaturkan melalui ritual tersebut diharapkan membawa kerahayuan agar pasar kembali menjadi ruang interaksi ekonomi yang nyaman bagi semua pihak.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama pengelola telah melakukan penataan dan pembersihan area pasar secara bertahap sejak kejadian kebakaran. Proses tersebut mencakup pemulihan fasilitas hingga persiapan teknis agar pedagang bisa kembali menempati lapaknya. Berdasarkan rencana sementara, aktivitas jual beli diperkirakan dapat dimulai lagi menjelang akhir Februari.

Pasar tematik yang berada di kawasan Ubud ini selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi rakyat sekaligus magnet bagi wisatawan yang berkunjung. Kombinasi antara fungsi perdagangan tradisional dan daya tarik pariwisata membuat keberadaan pasar memiliki peran strategis bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pemulihan operasionalnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat penataan fasilitas serta meningkatkan kenyamanan lingkungan pasar. Harapannya, para pedagang dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran, sementara pengunjung juga merasakan suasana yang aman dan tertata. Dengan demikian, roda ekonomi lokal diharapkan segera bergerak normal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Tradisi Abda’u di Desa Tulehu: Ritual Pengabdian, Sejarah Islam, dan Nilai Persaudaraan yang Terus Hidup di Maluku

Prosesi Melaspas yang telah dilaksanakan pun menjadi simbol optimisme baru. Di tengah tantangan pascakebakaran, masyarakat menunjukkan semangat untuk bangkit melalui perpaduan antara upaya nyata dan doa spiritual. Dari pasar inilah diharapkan geliat ekonomi rakyat kembali hidup, menghidupkan kembali denyut aktivitas harian di jantung kawasan Ubud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gianyarkab.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU