Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 09:55 WIB

Rayakan Imlek dengan Aksi Nyata, Ribuan Paket Sembako Dibagikan

Author

Sekda Eddy Mulya Hadiri Aksi Sosial dan Berbagi 1.200 Paket Sembako Yayasan MTB Henhao Bali (humasdps)

BALI - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sekaligus Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar, semangat berbagi kembali terasa hangat di jantung kota. Yayasan Marga Tionghoa Bali (YMTB) Henhao Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Bank Mandiri menggelar aksi sosial berupa pembagian 1.200 paket sembako bagi warga kurang mampu. Kegiatan ini berlangsung di halaman Bank Mandiri Cabang Gajah Mada, Minggu (15/2), dan disambut antusias oleh masyarakat.

Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh kebersamaan terlihat jelas, mencerminkan semangat perayaan yang tidak hanya dirayakan secara simbolis, tetapi juga diwujudkan lewat kepedulian nyata kepada sesama. Aksi sosial ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Imlek yang tahun ini jatuh pada 2026, sekaligus momentum refleksi bagi masyarakat Denpasar.

Baca juga: Rico Waas: Imlek Menguatkan Harmoni Keberagaman di Medan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Kota Denpasar Agus Wirajaya, serta Dewan Pembina YMTB Ricky Teguhutama Argawa. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan sosial yang diinisiasi komunitas Tionghoa di Bali tersebut.

Dalam sambutannya, Eddy Mulya menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, termasuk keluarga besar YMTB Henhao Bali. Ia berharap perayaan Imlek tahun ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan, tidak hanya bagi yang merayakan, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Denpasar.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan utama kota. Menurutnya, Denpasar tumbuh sebagai kota berbudaya yang dibangun di atas nilai toleransi dan persaudaraan. Spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya yang selama ini menjadi napas kehidupan sosial di Bali, terus diperkuat agar Denpasar tetap menjadi kota yang inklusif dan harmonis.

Eddy Mulya juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Imlek sebagai waktu untuk introspeksi. Ia menekankan pentingnya merefleksikan capaian di tahun sebelumnya serta merancang langkah baru demi kemajuan Bali, khususnya Denpasar. Kebersamaan dan solidaritas sosial, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang semakin maju dan sejahtera.

Sementara itu, Dewan Pembina YMTB, Ricky Teguhutama Argawa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Denpasar atas dukungan dan kehadiran dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pihak swasta seperti Bank Mandiri menjadi contoh sinergi positif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ricky menjelaskan bahwa pembagian 1.200 paket sembako ini merupakan bagian dari agenda rutin YMTB dalam menyambut Imlek. Tahun ini, kegiatan difokuskan pada bantuan kebutuhan pokok untuk meringankan beban warga yang membutuhkan. Setiap paket berisi beras, mi instan, telur, dan minyak goreng, komoditas yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari.

Menurutnya, aksi berbagi ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga wujud kepedulian sosial yang ingin terus dijaga. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat merayakan Imlek dengan lebih layak dan penuh sukacita.

“Semangat Imlek adalah tentang harapan dan pembaruan. Kami ingin berbagi kebahagiaan itu dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa perayaan hari besar keagamaan dapat menjadi ruang memperkuat solidaritas lintas komunitas. Tidak hanya warga Tionghoa yang merasakan kebahagiaan, tetapi masyarakat luas ikut merasakan dampak positifnya.

Baca juga: Melihat Aktifitas Warga Tionghoa Di Kelapa Dua Kota Serang Jelang Imlek

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, bantuan sembako seperti ini tentu memiliki arti penting. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Denpasar kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kota toleransi. Perayaan Imlek tahun ini pun tidak hanya identik dengan lampion dan barongsai, tetapi juga dengan aksi nyata berbagi dan menebar kebaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU