Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 15:50 WIB

KB Gratis Serentak di Tabanan, Warga Diajak Manfaatkan Momentum 2026

Author

KB Gratis Serentak di Tabanan, Warga Diajak Manfaatkan Momentum 2026 (tmc/piskp)

BALI - Program layanan kontrasepsi gratis kembali digas di awal 2026. Kali ini, giliran Pemerintah Kabupaten Tabanan lewat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tabanan yang menggelar Pelayanan KB Momentum serentak di seluruh kecamatan pada 9–15 Februari 2026. Program ini membuka akses pemasangan hingga pencabutan alat kontrasepsi tanpa biaya, langkah yang bukan sekadar layanan kesehatan, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas perencanaan keluarga.

Kegiatan tersebut bukan muncul tiba-tiba. Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN melalui surat resmi yang mendorong daerah mengoptimalkan pelayanan KB Momentum di awal tahun. Dorongan ini lahir karena indikator program KB dan kesehatan reproduksi di Bali sedang menunjukkan tren kurang ideal.

Baca juga: Kemnaker dan BKKBN Dorong Tersedianya Fasilitas Layanan KB di Tempat Kerja

Data terbaru memperlihatkan prevalensi kontrasepsi modern turun dari 60,6 persen pada 2024 menjadi 59,6 persen pada 2025. Sementara itu, angka alias kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi naik dari 10,6 persen menjadi 13,5 persen dalam periode yang sama. Buat pemerintah daerah, angka ini bukan sekadar statistik, tapi alarm bahwa akses, edukasi, dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan lagi.

Makanya, layanan serentak ini didesain praktis dan gampang diakses. Warga bisa datang ke fasilitas kesehatan yang sudah dijadwalkan di masing-masing kecamatan, mulai dari puskesmas, pustu, klinik, hingga praktik bidan mandiri. Layanan yang disediakan fokus pada metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implant termasuk pemasangan maupun pencabutannya semuanya free. Tujuannya jelas: memperluas pilihan kontrasepsi modern yang efektif dan tahan lama, bukan cuma solusi jangka pendek.

Kepala dinas terkait, Ni Wayan Mariati, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk nge-boost kembali capaian KB di daerah. Targetnya lumayan ambisius 352 peserta selama pelaksanaan. Dari jumlah itu, 176 di antaranya diharapkan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, sementara 40 lainnya berasal dari peserta KB pasca persalinan.

Baca juga: Kabupaten Gorontalo Sabet Prestasi Nasional dan Rekor MURI Layanan KB

Menurutnya, momentum layanan serentak seperti ini bukan cuma soal angka target, tapi juga soal membangun kesadaran. Ia mengajak pasangan usia subur untuk nggak ragu memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Syaratnya pun simpel, cukup bawa fotokopi KTP dan datang sesuai jadwal di lokasi layanan terdekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tmc.tabanankab

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU