Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 09:15 WIB

Tumpek Uye di Denpasar, Persembahyangan dan Vaksinasi Rabies Gratis Jadi Satu

Author

Tumpek Uye di Denpasar, Persembahyangan dan Vaksinasi Rabies Gratis Jadi Satu (humasdps)

BALI - Perayaan Tumpek Uye atau yang juga dikenal sebagai Tumpek Kandang kembali digelar umat Hindu di Kota Denpasar pada Sabtu (7/2). Perayaan yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye ini dipusatkan di kawasan Pura Agung Lokanatha, Lumintang, dan berlangsung dengan nuansa religius sekaligus edukatif.

Tumpek Uye dikenal sebagai hari suci untuk memuliakan hewan. Namun, perayaannya kali ini tidak hanya diisi dengan ritual persembahyangan, tetapi juga dibarengi dengan kegiatan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan hewan sekaligus upaya menjaga kesehatan lingkungan.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara serta sejumlah pimpinan OPD, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies sengaja digelar bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye. Menurutnya, hal ini sejalan dengan makna filosofis Tumpek Kandang sebagai momentum untuk menghormati semua makhluk hidup ciptaan Tuhan.

Baca juga: Pemko Medan Ajak Warga Jaga Sungai Deli Lewat Gotong Royong Rutin

Eddy Mulya menjelaskan bahwa program vaksinasi rabies gratis sebenarnya rutin dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaannya pada Tumpek Uye memiliki nilai tersendiri karena sarat makna spiritual. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya bertanggung jawab pada sesama, tetapi juga pada hewan dan lingkungan sekitarnya.

Tumpek Uye sendiri diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali, tepatnya pada hari Sabtu Kliwon Wuku Uye. Dalam ajaran Hindu, Tumpek ini merupakan bentuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati atau Rare Angon, yang dipercaya sebagai penggembala seluruh makhluk hidup di alam semesta.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara menambahkan bahwa Tumpek Uye tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan dalam konteks Bhuwana Agung atau alam semesta. Lebih dari itu, Tumpek Kandang juga menjadi momen refleksi bagi manusia untuk menyucikan diri dari sifat-sifat kebinatangan dalam diri, yang dikenal sebagai Bhuwana Alit.

Prosesi Tumpek Uye di Pura Agung Lokanatha diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Pengiyasan dari Griya Braban. Umat yang hadir mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat sebelum dilanjutkan dengan prosesi otonan untuk hewan peliharaan yang dibawa oleh warga.

Usai prosesi keagamaan, hewan-hewan peliharaan tersebut kemudian diarahkan ke jaba Pura Agung Lokanatha untuk mendapatkan vaksinasi rabies secara gratis. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi, mengingat kegiatan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan hewan peliharaan mereka.

Baca juga: 5 Februari Kelangkaan Gas Elpiji Teratasi, Pasokan Bulan Puasa dan Lebaran Idul Fitri Aman

Melalui perayaan Tumpek Uye ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, hewan, dan lingkungan dapat terus tumbuh. Tumpek Kandang pun tak sekadar menjadi ritual tradisi, tetapi juga ruang edukasi tentang nilai kasih sayang, tanggung jawab, dan harmoni kehidupan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU