BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dengan menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DPAD) Buleleng. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng Bidang Administrasi Umum, Gede Sugiartha Widiada, yang hadir mewakili Bupati Buleleng.
Dalam sambutannya, Gede Sugiartha Widiada menyampaikan harapannya agar kegiatan lomba bertutur ini mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi anak-anak di daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan siswa sekolah dasar ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bercerita, namun juga menjadi sarana belajar yang penting bagi peserta.
Baca juga: Studi: Pembatasan Medsos Anak Tanpa Literasi Digital Berdampak pada Kesehatan Mental
Ia menjelaskan bahwa melalui lomba bertutur, para siswa tidak hanya dilatih untuk menyampaikan cerita dengan baik, tetapi juga belajar membaca, memahami isi cerita, serta menangkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Proses tersebut kemudian diterjemahkan kembali melalui ekspresi, intonasi, dan gaya penyampaian yang menarik di hadapan audiens.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat semakin menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap membaca. Lomba bertutur bukan hanya tentang tampil bercerita, tetapi juga tentang memahami makna cerita dan menyampaikan kembali pesan yang ada di dalamnya,” ujar Sugiartha saat membuka kegiatan, Selasa (10/3).
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti lomba dengan penuh semangat serta percaya diri. Menurutnya, keberanian untuk tampil di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu diasah sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja ke-422 tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini lomba bertutur diikuti oleh sebanyak 60 siswa SD/MI yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Buleleng. Kompetisi tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan menampilkan berbagai cerita rakyat yang dibawakan oleh para peserta.
Baca juga: Kurang Literasi Kurang Kritis: Manfaat Membaca dan Tantangan di Era Digital
Menurut Dody, lomba bertutur merupakan program rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh DPAD Buleleng. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi budaya bertutur.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, keberanian, serta kemampuan berbicara di depan publik bagi para siswa. Ia pun mengapresiasi peran para guru pembina dan pendamping yang telah membimbing peserta sehingga mampu tampil dengan baik dalam kompetisi tersebut.
Dody juga menyampaikan bahwa peserta yang berhasil meraih juara pertama nantinya akan dipilih untuk mewakili Kabupaten Buleleng pada ajang lomba bertutur tingkat nasional. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka selama perlombaan berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng