Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 11:40 WIB

Hadiri Pesangkepan Agung Pecalang, Wali Kota Denpasar Dorong Peran Adat Jaga Kondusivitas Wilayah

Hadiri Pesangkepan Agung Pecalang, Wali Kota Denpasar Dorong Peran Adat Jaga Kondusivitas WilayahPesangkepan Agung Pecalang Kesiman Walikota Jaya Negara Tekankan Penguatan Kasukertan Krama (humasdps)

BALI - Konsolidasi para pecalang di wilayah Desa Adat Kesiman berlangsung melalui kegiatan Pesangkepan Agung yang digelar di Wantilan Pura Agung Petilan, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (8/3). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peran pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis adat.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali Dewa Bagus Made Suharya, Petajuh Penyarikan I Arya Bagiastra, serta jajaran aparat keamanan dari Polresta Denpasar dan Kodim 1611/Badung. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Bendesa Adat Kesiman Jero Mangku Ketut Wisna, para kelihan banjar, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: Kalender Maret 2026 Lengkap: Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama Nyepi & Lebaran, serta Weton Jawa

Pesangkepan Agung ini diikuti sekitar 400 pecalang yang berasal dari 32 banjar di Desa Adat Kesiman. Selain sebagai forum konsolidasi internal, kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat peran pecalang dalam menjaga keamanan wilayah adat sekaligus membahas berbagai isu strategis di masyarakat, termasuk upaya menjaga kasukertan krama atau keharmonisan kehidupan warga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Denpasar menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para pecalang yang selama ini berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat. Menurutnya, pecalang telah menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kegiatan adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara desa adat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah. Hal ini dinilai semakin penting mengingat dalam waktu dekat masyarakat akan menghadapi dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan perayaan Idul Fitri.

Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan koordinasi dengan Sabha Upadesa untuk memastikan pelaksanaan Nyepi berjalan lancar. Ia berharap desa adat dan desa dinas dapat membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat agar perayaan kedua hari besar tersebut dapat berlangsung harmonis tanpa mengurangi makna masing-masing tradisi.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Semangat Kerja Menjelang Libur Lebaran, Biar Tetap Fokus!

Selain membahas keamanan dan ketertiban, Wali Kota juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa pengolahan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Menurutnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat Denpasar merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diolah secara sederhana di tingkat keluarga. Oleh sebab itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk mendistribusikan komposter kepada masyarakat melalui desa dan kelurahan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di TPST Kertalangu hingga mencapai 100 ton per hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sekaligus mendukung program nasional pengolahan sampah menjadi energi.

Baca juga: Ramadhan dan Nyepi Berdekatan, Bupati Bangli Pimpin Apel Siaga Kamtibmas

Ketua DPRD Kota Denpasar turut memberikan apresiasi kepada para pecalang Desa Adat Kesiman yang selama ini secara sukarela menjalankan tugas ngayah menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai dedikasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen masyarakat adat dalam menjaga keharmonisan wilayah.

Sementara itu, Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali menegaskan bahwa pecalang memiliki peran strategis sebagai penjaga keamanan di lingkungan adat. Selain mengamankan jalannya upacara adat dan keagamaan, pecalang juga berperan mengatur arus lalu lintas, mencegah potensi gangguan sosial, serta membangun koordinasi dengan aparat keamanan negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hadiri Pesangkepan Agung Pecalang, Wali Kota Denpasar Dorong Peran Adat Jaga Kondusivitas Wilayah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!