HUT WHDI ke-38 Kabupaten Bangli: Perkuat Peran Perempuan Demi Mewujudkan Indonesia Emas (adm bangli)
BALI - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Bangli berlangsung hangat dan penuh semangat di Ruang Rapat Bupati Bangli, Jumat (13/2). Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bangli ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen perempuan Hindu dalam menjawab tantangan zaman.
Mengangkat tema tentang peningkatan pemberdayaan perempuan dalam membentuk keluarga sehat dan sejahtera menuju Indonesia Emas, peringatan kali ini tak sekadar seremoni tahunan. Suasana yang tercipta menunjukkan bahwa peran perempuan semakin diakui sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, baik di tingkat keluarga maupun daerah.
Baca juga: Ketua GOW Kota Jambi: Perempuan Adalah Pilar Utama Pembangunan Generasi
Ketua WHDI Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak bisa dipandang sebatas isu kesetaraan. Menurutnya, perempuan memiliki posisi sentral dalam keluarga, yang menjadi ruang pertama dan utama pembentukan karakter generasi penerus.
Ia menyampaikan bahwa perempuan Hindu di Bangli harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa tercerabut dari akar budaya dan nilai dharma. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, perempuan dituntut adaptif sekaligus tetap kokoh menjaga tradisi. Baginya, keluarga yang sehat secara jasmani dan rohani merupakan kunci menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Perempuan adalah tiang keluarga. Jika perempuan kuat dan berdaya, maka keluarga akan kokoh, dan dari situlah lahir generasi berkualitas,” tegasnya di hadapan para pengurus dan anggota WHDI yang hadir.
Sementara itu, Penasehat WHDI Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang selama ini konsisten menjalankan program organisasi. Ia menilai WHDI bukan hanya wadah berkumpulnya perempuan Hindu, melainkan ruang perjuangan untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat.
Dalam arahannya, ia menekankan tiga poin penting sebagai pijakan gerak ke depan. Pertama, perempuan sebagai tiang keluarga. Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, perempuan memegang peran krusial sebagai ibu dan istri yang menjaga harmoni rumah tangga. Menjalankan dharma agama dan dharma negara harus berjalan beriringan, tanpa meninggalkan nilai luhur adat dan budaya Bali.
Kedua, peningkatan kapasitas atau upskilling. Ia mendorong agar WHDI tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial dan upakara keagamaan, tetapi juga memperluas peran dalam penguatan ekonomi kreatif serta literasi digital. Menurutnya, perempuan Bangli harus cerdas, mandiri secara finansial, dan melek teknologi agar mampu bersaing serta memberi kontribusi nyata bagi keluarga.
Ketiga, pentingnya sinergi dengan program pemerintah daerah. WHDI diharapkan aktif terlibat dalam isu-isu sosial yang menjadi prioritas daerah, seperti penanganan stunting, pelestarian lingkungan, serta perlindungan anak dan perempuan. Kolaborasi ini dinilai penting agar program organisasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat kebersamaan atau “ngrombo” dalam membangun Bangli. Tanpa sekat dan perbedaan, WHDI diharapkan menjadi rumah yang nyaman untuk berbagi gagasan serta saling menguatkan satu sama lain.
Perayaan HUT ke-38 ini ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi. Momen tersebut menjadi penegasan bahwa perempuan Bangli siap berdiri di garis depan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
Melalui usia yang semakin matang, WHDI Kabupaten Bangli menatap masa depan dengan optimisme. Organisasi ini diharapkan semakin solid, inovatif, dan responsif terhadap dinamika sosial. Dengan perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, cita-cita membangun Bangli yang maju dan harmonis bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bangli