UMKM Lokal Naik Kelas, Bali Pure Buleleng Sabet Terbaik II di HUT BPOM ke-25 (adm buleleng)
BALI - UMKM lokal asal Bali Utara kembali bikin bangga. Bali Pure, UMKM berbasis produk alami dari Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sukses menorehkan prestasi di level nasional dengan meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penghargaan ini diumumkan pada 29 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan puncak perayaan HUT ke-25 BPOM.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM daerah juga mampu bersaing secara nasional, asalkan konsisten menghadirkan produk yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan ramah lingkungan. Ketut Sumayana, owner sekaligus pengelola Bali Pure, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi BPOM kepada pelaku UMKM yang tak hanya fokus pada nilai ekonomi, tetapi juga memprioritaskan aspek keamanan produk serta keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: Gratis dan Mudah! Ini Syarat Ajukan Sertifikat Halal UMKM di Kota Jambi
Menurut Sumayana, ajang lomba inovasi ini bukan pertama kali digelar BPOM. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di tingkat provinsi untuk komoditas pangan. Namun, keberhasilan Bali Pure melaju hingga tingkat nasional menjadi pencapaian tersendiri, sekaligus pengakuan atas eksistensi UMKM Buleleng di panggung yang lebih luas.
Keunggulan Bali Pure terletak pada komitmennya dalam menerapkan standar produksi yang ketat sesuai arahan BPOM. Seluruh proses produksi dijalankan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) serta mendapat pendampingan langsung dari LOKA POM Buleleng. Hal ini menjadi jaminan bahwa setiap produk yang dihasilkan aman dan layak digunakan oleh konsumen.
Dari sisi inovasi, Bali Pure dikenal lewat pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti body oil dan sabun VCO. Yang menarik, Bali Pure juga memanfaatkan air kelapa yang biasanya terbuang dalam proses produksi VCO sebagai bahan baku sabun mandi. Langkah ini sejalan dengan konsep zero waste dan menjadi nilai plus dalam penilaian lomba.
Tak hanya fokus pada produk, Bali Pure juga aktif memberdayakan masyarakat sekitar. Seluruh proses produksi dilakukan di Desa Sembiran dengan melibatkan lebih dari 20 tenaga kerja lokal, mulai dari kelompok tani, ibu rumah tangga, hingga remaja desa. Pendekatan ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Keberhasilan Bali Pure juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Dagperinkop UKM memberikan pendampingan melalui PLUT Singaraja, sementara pembinaan teknis dilakukan oleh LOKA POM Buleleng di bawah kepemimpinan Rai Gunawan, S.Farm., Apt, bersama tim.
Selain berorientasi bisnis, Bali Pure juga menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan. Perusahaan rutin menyalurkan bantuan sembako dan zakat kepada masyarakat sekitar, serta memberikan jaminan penggantian produk jika ditemukan kerusakan sebelum masa kedaluwarsa.
Baca juga: Kolaborasi Layanan Publik dan UMKM, Kota Malang Perkuat Kebutuhan Dasar dan Ekonomi Lokal
Melalui capaian ini, Bali Pure berharap dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Buleleng agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan ikut membangun ekonomi daerah yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng