Sabtu, 06 JUNI 2026 • 14:50 WIB

Gedung Tua Ikonik di Bali yang Menyimpan Jejak Kolonial Belanda, Ada Museum hingga Hotel Lawas

Author

Taman Ujung Soekasada (dok. disbudpar karangasem)

BALI - Bali bukan hanya terkenal karena pantai dan budaya tradisionalnya. Pulau Dewata juga memiliki banyak bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri hingga sekarang. Gedung-gedung tersebut menjadi saksi sejarah perkembangan Bali pada masa kolonial Hindia Belanda.

Sebagian bangunan masih digunakan sebagai kantor, museum, hotel, hingga tempat wisata sejarah. Arsitekturnya pun masih mempertahankan gaya khas Eropa kuno seperti jendela besar, dinding tebal, lorong panjang, dan atap tinggi yang cocok dengan iklim tropis Bali.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Berada di Atas Gedung Tinggi Menurut Primbon Jawa

Selain menarik untuk wisata sejarah, bangunan kolonial di Bali kini juga menjadi spot foto favorit wisatawan karena tampilannya yang klasik dan estetik.

1. Museum Bali

Museum Bali menjadi salah satu bangunan tua paling terkenal di Kota Denpasar. Jl. Mayor Wisnu No.1, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80232. Museum ini mulai dibangun sekitar tahun 1910 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Bangunannya memadukan gaya arsitektur Bali dan Eropa sehingga terlihat unik.

Dulu, museum ini digunakan untuk menyimpan berbagai benda budaya dan sejarah Bali. Sekarang, Museum Bali menjadi tempat wisata edukasi yang ramai dikunjungi wisatawan dan pelajar. Di dalam museum terdapat koleksi senjata tradisional, kain adat, alat upacara, hingga benda peninggalan zaman prasejarah Bali.

Baca juga: Nggak Cuma Bangunan Tua, Ini 4 Warisan Belanda yang Masih Nempel di Kehidupan Orang Indonesia

2. Kantor Pos Singaraja

Kota Singaraja dikenal sebagai pusat pemerintahan Bali pada masa kolonial Belanda. Salah satu bangunan tuanya adalah Kantor Pos Singaraja. Sekitar pusat Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Kawasan ini berada dekat area kota tua dan bangunan kolonial lainnya.

Gedung ini memiliki ciri khas bangunan kolonial seperti jendela kayu besar, dinding tebal, dan langit-langit tinggi. Pada zaman Belanda, kantor pos menjadi pusat komunikasi penting untuk pemerintahan dan perdagangan di Bali Utara.

Hingga kini, bangunan tersebut masih digunakan untuk pelayanan masyarakat sehingga suasana lawasnya masih terasa.

3. Pelabuhan Tua Buleleng

Pada masa kolonial Belanda, Pelabuhan Buleleng menjadi pusat perdagangan penting di Bali Utara. Di sekitar kawasan pelabuhan masih terdapat bangunan gudang tua peninggalan Belanda. Pelabuhan Buleleng, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dahulu, gudang tersebut dipakai untuk menyimpan hasil perkebunan seperti kopi dan rempah-rempah sebelum dikirim ke luar daerah. Bangunannya dibuat kokoh dengan pintu kayu besar dan ventilasi lebar.

Kini, kawasan pelabuhan tua sering dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota lama di Bali Utara.

4. Puri Agung Karangasem

Baca juga: Rahasia di Balik Istilah "Sewu" pada Bangunan Bersejarah di Jawa

Puri Agung Karangasem memang bukan bangunan Belanda sepenuhnya, namun memiliki pengaruh arsitektur Eropa yang cukup kuat. Jalan Sultan Agung, Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Bangunan istana ini memadukan desain Bali, Tiongkok, dan Eropa. Pengaruh kolonial terlihat dari penggunaan kaca patri, pilar besar, dan tata ruang bergaya kerajaan Eropa.

Saat ini, kawasan puri menjadi tempat wisata budaya sekaligus spot foto favorit wisatawan karena tampilannya yang megah dan klasik.

5. Taman Ujung Soekasada

Taman Ujung Soekasada menjadi salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Bali Timur, Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Tempat ini dibangun oleh Raja Karangasem dengan bantuan arsitek Belanda dan Tiongkok.

Bangunannya memiliki jembatan panjang, kolam air besar, serta pilar bergaya Eropa yang membuat suasananya mirip taman kerajaan di Eropa.

Baca juga: 7 Candi Terbesar di Dunia dengan Bangunan Unik yang Sering Dikunjungi Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Dulu, taman ini digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan lokasi penyambutan tamu penting. Kini, Taman Ujung menjadi destinasi wisata heritage populer di Bali.

6. Inna Bali Heritage Hotel

Hotel ini dikenal sebagai salah satu hotel tertua di Bali yang masih beroperasi hingga sekarang. Bangunannya memiliki nuansa kolonial klasik dengan koridor panjang, jendela besar, dan taman tropis. Jl. Veteran No.3, Denpasar, Bali 80111.

Pada masa lalu, hotel ini sering digunakan untuk menginap tamu penting dan pejabat pada era kolonial.

Kini, hotel tersebut tetap mempertahankan suasana lawas sehingga banyak wisatawan tertarik menginap untuk merasakan nuansa Bali tempo dulu.

Wisata bangunan tua kini semakin diminati wisatawan, terutama anak muda yang gemar fotografi dan konten media sosial. Gedung peninggalan Belanda di Bali dianggap memiliki suasana unik yang berbeda dari tempat wisata modern.

Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung detail arsitektur klasik, lorong tua, hingga jendela kayu besar yang masih dipertahankan sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga: Gardu Jaga VOC di Purbalingga Diidentifikasi sebagai Bangunan Cagar Budaya

Selain menarik secara visual, tempat-tempat tersebut juga menjadi sarana belajar sejarah tentang perkembangan Bali pada masa kolonial.

Meski masih berdiri kokoh, beberapa bangunan tua di Bali mulai mengalami kerusakan akibat usia dan cuaca. Karena itu, pelestarian gedung heritage menjadi hal penting agar nilai sejarahnya tidak hilang.

Pemerintah daerah dan komunitas sejarah kini mulai aktif menjaga kawasan kota tua dan bangunan kolonial agar tetap terawat sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi.

Baca juga: Mengenal Sejarah Perkembangan Sosiologi Beserta Tokoh-Tokohnya

Dengan pelestarian yang baik, generasi muda masih dapat melihat langsung jejak sejarah kolonial yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Pulau Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Lovebali.baliprov.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU