Jumat, 15 MEI 2026 • 13:45 WIB

Sangeh Monkey Forest di Badung Bali, Surga Hutan Monyet yang Sejuk dan Instagramable

Author

Sangeh Monkey Forest, Badung, Bali, Indonesia. (agoda.com)

BALI - Pulau Bali memang identik dengan pantai dan pura, namun ada satu destinasi wisata alam yang juga menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana hutan alami sambil melihat satwa liar dari dekat. Tempat tersebut adalah Sangeh Monkey Forest yang berada di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Objek wisata ini dikenal sebagai kawasan hutan lindung yang dihuni ratusan monyet ekor panjang. Suasananya masih asri dengan pepohonan tinggi yang membuat udara di sekitar terasa sejuk. Tidak sedikit wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke lokasi ini untuk menikmati pengalaman berjalan kaki di tengah hutan sambil berinteraksi dengan monyet liar yang hidup bebas di kawasan tersebut.

Baca juga: Pelukan Alam di Pantai Bugel: Pelarian Sempurna dari Riuh Rendah Dunia!

Lokasinya berada sekitar 35 menit perjalanan dari kawasan Ubud dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses menuju lokasi juga cukup mudah karena sudah tersedia jalan utama yang memadai serta area parkir yang luas.

Wisata ini cocok dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pasangan, hingga wisatawan yang menyukai wisata alam dan fotografi. Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana tenang yang berbeda dibanding kawasan wisata Bali yang ramai.

Anak-anak biasanya menyukai pengalaman melihat monyet dari dekat. Namun, orang tua tetap perlu mengawasi karena satwa di kawasan ini hidup liar meskipun sudah terbiasa dengan manusia.

Selain itu, lokasi ini juga cocok bagi wisatawan yang ingin mencari spot foto alami. Jalan setapak di tengah hutan, pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, serta area pura di dalam kawasan membuat tempat ini terlihat unik dan fotogenik.

Baca juga: Melihat Keindahan Gua Cermin di Labuan Bajo, Jika Beruntung Bisa Ketemu Monyet Loncat

Bagi pecinta budaya Bali, tempat ini juga menarik karena di dalam kawasan hutan terdapat Pura Bukit Sari yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat. Pura tersebut disebut telah berdiri sejak abad ke-17 dan menjadi bagian penting dari kawasan wisata Sangeh.

Berbeda dari monkey forest lainnya di Bali, kawasan Sangeh terkenal dengan hutan pala atau pohon pala besar yang sudah berusia ratusan tahun. Pepohonan tinggi tersebut membuat suasana kawasan terasa teduh dan alami.

Luas kawasan hutannya mencapai sekitar 10 hingga 14 hektare dan menjadi habitat bagi ratusan monyet abu-abu ekor panjang. Wisatawan dapat melihat monyet bergelantungan di pohon, bermain di jalan setapak, hingga berenang di area kolam dekat pura.

Baca juga: Lindungi Satwa Liar, Begini Cara Jaga Hutan Tetap Hidup di Tengah Krisis Iklim

Banyak wisatawan memilih datang pada pagi atau sore hari karena udara terasa lebih nyaman dan monyet biasanya lebih aktif. Suasana pagi di lokasi juga relatif lebih tenang sehingga cocok untuk berjalan santai sambil menikmati alam.

Harga Tiket Masuk Masih Relatif Terjangkau

Untuk wisatawan domestik, harga tiket masuk ke kawasan ini tergolong murah dibanding beberapa destinasi wisata populer lainnya di Bali.

Berdasarkan informasi terbaru, tiket wisatawan domestik berada di kisaran Rp15 ribu per orang. Sementara wisatawan asing dikenakan tarif sekitar Rp75 ribu untuk dewasa dan Rp50 ribu bagi anak-anak. Tiket tersebut umumnya sudah termasuk kacang untuk memberi makan monyet, air mineral, hingga kontribusi konservasi kawasan hutan.

Jam operasional wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.

Baca juga: 6 Objek Wisata Alam Paling Cocok untuk Liburan Bareng Orang Tersayang

Meski demikian, harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola maupun musim kunjungan wisata.

Pengelola kawasan wisata telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi pengunjung. Area parkir kendaraan cukup luas sehingga memudahkan wisatawan yang datang menggunakan mobil maupun bus wisata.

Di sekitar pintu masuk juga tersedia kios makanan ringan, penjual suvenir, toilet, hingga area istirahat. Beberapa petugas dan pemandu wisata biasanya berada di sekitar kawasan untuk membantu wisatawan sekaligus mengawasi aktivitas monyet.

Selain itu, tersedia jalur jalan kaki yang cukup nyaman untuk menyusuri area hutan. Pengunjung juga dapat membeli tambahan kacang jika ingin memberi makan monyet di area tertentu yang diperbolehkan.

Baca juga: Harga Tiket Floating Market Lembang, Wisata Kuliner dan Alam Hits di Bandung

Sebagian wisatawan juga memanfaatkan lokasi ini untuk fotografi prewedding maupun konten media sosial karena latar hutannya terlihat alami dan eksotis.

Ada Aturan yang Wajib Dipatuhi Pengunjung

Meskipun terlihat jinak, monyet di kawasan ini tetap merupakan satwa liar sehingga pengunjung wajib mengikuti aturan yang berlaku.

Beberapa larangan utama di antaranya tidak mengganggu atau memancing agresivitas monyet, tidak membawa makanan sembarangan, serta tidak memakai aksesori mencolok seperti kacamata, anting, atau kalung yang mudah diambil monyet.

Baca juga: Menjelajahi Keindahan Alam: Petualangan Camping dan Air Terjun Telunjuk Raung di Banyuwangi

Pengunjung juga disarankan tidak menatap mata monyet terlalu lama karena dapat dianggap sebagai ancaman oleh satwa tersebut. Selain itu, wisatawan diminta menjaga barang bawaan agar tidak mudah direbut monyet.

Aturan lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kesopanan, terutama di area pura yang dianggap suci oleh masyarakat Hindu Bali.

Beberapa pengalaman wisatawan di forum perjalanan juga menyebut bahwa insiden kecil seperti barang direbut atau goresan dari monyet bisa terjadi jika pengunjung terlalu dekat atau mencoba menyentuh satwa tersebut. Karena itu, wisatawan dianjurkan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan wisata.

Baca juga: Serunya Bersafari di Tengah Salju Bersama Satwa Liar Khas Amerika Utara

Keberadaan Sangeh Monkey Forest menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Bali selain pantai dan beach club.

Suasana hutan yang sejuk, keberadaan pura bersejarah, hingga interaksi dengan monyet liar membuat tempat ini menawarkan pengalaman wisata berbeda. Lokasinya yang tidak terlalu ramai dibanding beberapa objek wisata populer lainnya juga menjadi alasan banyak wisatawan memilih datang ke kawasan Sangeh.

Baca juga: Richie Garden, Tempat Ngopi Tersyahdu di Sentul Bisa Ngawasin Anak Main di Playground dan Mini Zoo

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bali dengan nuansa alam dan edukasi satwa, tempat ini dapat menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan selama berlibur di Pulau Dewata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparda.baliprov

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU