BALI - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), baik dari sisi kompetensi, integritas, maupun disiplin kerja. Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menegaskan bahwa ASN masa kini dituntut tidak hanya mampu bekerja secara administratif, tetapi juga harus memiliki jiwa pelayanan yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Podcast Petuah Ngopi Satpol PP Buleleng di Ruang Kerja Sekda Buleleng, Selasa (26/5). Menurutnya, tantangan birokrasi di era digital semakin kompleks sehingga aparatur pemerintah harus memiliki kemampuan membaca situasi dan memprediksi perkembangan yang akan terjadi di masa depan.
Baca juga: Perkuat Karakter Siswa, Polres Tanjab Barat Sambangi SDN 70 Kuala Tungkal Terkait Literasi Digital
Suyasa menjelaskan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas ASN melalui berbagai program pengembangan kompetensi seperti Pelatihan Dasar (Latsar), pendidikan dan pelatihan, hingga bimbingan teknis. Ia menilai, selain kemampuan manajerial, aspek kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan publik yang efektif.
“Penghargaan dan sanksi harus diterapkan secara tegas, tetapi suasana kerja yang harmonis juga perlu dijaga agar organisasi tetap berjalan baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini sangat dipengaruhi media sosial dan penggunaan gawai. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus bergerak lebih cepat dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan sebelum berkembang luas di ruang publik.
Pengalaman saat memimpin Dinas Pendidikan menjadi contoh bagaimana pemantauan langsung dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi nyata di sekolah. Menurutnya, di era digital saat ini, sebuah kejadian dapat dengan mudah viral hanya dalam hitungan menit.
Baca juga: BI DKI Jakarta Dukung Platform Gang Dagang, Transformasi Digital UMKM Bakal Cepat Melesat!
Menariknya, Suyasa mengaku turut memanfaatkan platform digital seperti TikTok untuk melihat langsung respons dan aspirasi masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks.
Terkait keberadaan ASN generasi Z yang kini mulai memasuki dunia kerja pemerintahan, ia berharap para pegawai muda tetap kreatif dan inovatif. Namun, seluruh ide dan terobosan harus tetap berjalan sesuai aturan hukum dan regulasi yang berlaku.
Selain itu, ia menegaskan bahwa era saat ini adalah era kolaborasi. Ego sektoral antar instansi, menurutnya, harus dihilangkan demi mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, transformasi pelayanan juga dilakukan pada kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng. Pendekatan penegakan ketertiban kini diarahkan lebih humanis, edukatif, dan mengedepankan pembinaan dibanding sekadar pemberian sanksi.
Baca juga: Pemkab Pulau Morotai Dorong ASN Profesional Lewat Sosialisasi Manajemen Talenta Bersama BKN
Menurut Suyasa, perubahan pola pendekatan tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk dalam penataan reklame dan penertiban bangunan di kawasan pesisir.
Ia berharap seluruh ASN di Buleleng terus meningkatkan kompetensi, mampu mengikuti perkembangan zaman, serta hadir langsung di tengah masyarakat agar kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng