BALI - Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Kabupaten Buleleng berlangsung semarak dengan sentuhan budaya lokal yang kental. Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng pada Kamis pagi (23/4) ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama berbagai organisasi kewanitaan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.
Acara diawali dengan sesi ramah tamah serta sambutan dari para pejabat dan tokoh perempuan. Suasana kemudian semakin meriah saat peserta mengikuti lomba tradisional khas Bali, yakni nyuun sokasi dan melelunakan. Kedua lomba tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buleleng.
Baca juga: Momentum Hari Kartini, Wakil Menteri HAM Dorong Penguatan Pendidikan dan Kesetaraan Perempuan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menekankan bahwa peringatan Hari Kartini seharusnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Ia mengajak seluruh perempuan untuk terus menumbuhkan semangat emansipasi dan mengambil peran aktif dalam berbagai sektor kehidupan.
Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun keluarga yang sejahtera. Bahkan, peran tersebut kerap menjadi fondasi penting dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan dan menjadikan momentum ini sebagai penguat peran perempuan di berbagai bidang.
Tidak hanya kegiatan seremonial, acara ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada 49 pekerja harian lepas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Kartini di Era Digital, Platform Jasa Rumah Tangga Perluas Akses Ekonomi bagi Perempuan
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Buleleng, Wardhani Sutjidra, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Kartini tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara TP-PKK, GOW, dan DWP. Sebelum puncak acara, sejumlah kegiatan sosial seperti aksi bersih pantai dan bakti sosial telah lebih dahulu dilaksanakan.
Ia menambahkan, lomba tradisional yang digelar bukan semata untuk memeriahkan acara, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antaranggota organisasi perempuan sekaligus menjaga keberlangsungan budaya daerah. Wardhani juga mengingatkan pentingnya mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang telah membuka jalan bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi secara luas.
Peringatan ini pun menjadi refleksi bahwa semangat Kartini tetap relevan hingga kini, terutama dalam mendorong perempuan untuk terus berkembang dan berdaya di tengah perubahan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng