BALI - Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membangun generasi berkualitas kembali ditegaskan melalui penguatan budaya literasi dan pendidikan demokrasi. Hal tersebut diwujudkan lewat kegiatan pengukuhan Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Senin (20/4). Acara yang mengusung tema “Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” ini dihadiri ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Tabanan. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat budaya membaca sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini di kalangan generasi muda.
Baca juga: Beri Pengarahan Peserta Latsar CPNS Kejaksaan, Kabadiklat Tekankan Pentingnya Literasi Digital
Dalam kesempatan itu, Ni Ketut Rai Wahyuni Sanjaya resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan. Selain itu, I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa ditetapkan sebagai Duta Baca, dan Yohanes Elsandy Banawas sebagai Duta Demokrasi Kabupaten Tabanan. Tak hanya itu, sebanyak 752 pelajar juga dilantik sebagai Duta Baca dan Duta Demokrasi tingkat sekolah yang diharapkan menjadi penggerak literasi di lingkungan pendidikan masing-masing.
Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan. Dalam sambutan yang dibacakannya, Bupati menekankan bahwa para duta memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang unggul. Mereka diharapkan mampu menginspirasi masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban melalui literasi dan kesadaran demokrasi, bukan hanya pembangunan fisik semata. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah sebagai bagian dari literasi, agar masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.
Baca juga: Literasi Digital: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya Sehari-Hari
Peran Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi disebut sebagai elemen strategis dalam menumbuhkan budaya berpikir kritis dan bertanggung jawab. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif membaca, memahami informasi, serta bijak dalam menyikapi dinamika demokrasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat gerakan literasi di daerah.
Dari sisi pelajar, antusiasme juga terlihat. Salah satu perwakilan duta mengungkapkan bahwa peran ini sangat relevan di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap disertai penyebaran informasi tidak akurat. Kehadiran para duta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda.
Baca juga: Studi: Pembatasan Medsos Anak Tanpa Literasi Digital Berdampak pada Kesehatan Mental
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berpikir kritis, dan mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab