BALI - Perhelatan Kasanga Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari akhirnya resmi berakhir pada Minggu malam (8/3). Penutupan festival yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi tersebut dilakukan langsung oleh I Gusti Ngurah Jaya Negara di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.
Penutupan acara berlangsung khidmat dengan ditandai prosesi pemercikan tirta yang dipimpin Wali Kota Denpasar sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan festival budaya tahunan tersebut.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Dandim 1611/Badung Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Leonardo David Simatupang, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar bersama berbagai undangan lainnya.
Baca juga: Imlek Festival di Lapangan Banteng Jadi Ruang Harmoni di Bulan Ramadan, Warga Ramai Cek Kesehatan
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang menjadi bagian dari rangkaian festival. Salah satu kategori yang paling dinanti adalah lomba ogoh-ogoh besar yang diikuti oleh karya terbaik dari Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I lomba ogoh-ogoh besar diraih oleh ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya. Posisi Juara II diraih ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan, sementara Juara III diraih ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman.
Untuk kategori harapan, Harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, Harapan II oleh ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan Harapan III dimenangkan ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu. Sementara itu, penghargaan khusus Juara Favorit Ogoh-Ogoh Besar tahun ini diraih ST Cantika Banjar Sedana Mertha Ubung.
Selain lomba ogoh-ogoh besar, festival ini juga menghadirkan berbagai kompetisi lain yang tidak kalah menarik, seperti lomba sketsa ogoh-ogoh, ogoh-ogoh mini dengan mesin, ogoh-ogoh mini non mesin, hingga sejumlah lomba seni tradisi lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan kreativitas dan dedikasi tinggi selama festival berlangsung. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi seni bagi generasi muda Denpasar.
Baca juga: Festival Asmat Pokman 2025 Dibatalkan Akibat Kekerasan Terhadap Tim Seleksi
Menurutnya, Kasanga Festival memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antargenerasi sekaligus menjaga keberlanjutan nilai agama, adat, dan budaya Bali. Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi bukti bahwa tradisi tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa festival ini juga dilandasi nilai Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat persaudaraan universal yang menekankan kebersamaan dan harmoni antarwarga. Melalui semangat tersebut, para kreator ogoh-ogoh diberi ruang untuk menampilkan karya secara kreatif sekaligus produktif.
Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar Anak Agung Made Angga Harta Yana menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 16 ogoh-ogoh terbaik yang ditampilkan dalam festival. Karya tersebut merupakan hasil seleksi dari total 223 peserta Sekaa Teruna Teruni yang mengikuti tahapan seleksi sebelumnya.
Tidak hanya itu, festival juga dimeriahkan dengan keikutsertaan ogoh-ogoh dari tingkat TK dan PAUD, lomba tapel, barong, baleganjur ogoh-ogoh, hingga berbagai karya ogoh-ogoh mini.
Tahun ini panitia juga menghadirkan inovasi baru dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui sistem manajemen limbah yang bekerja sama dengan komunitas lingkungan. Selain itu, proses penilaian ogoh-ogoh juga dikemas melalui pawai atau peed ogoh-ogoh yang menambah kemeriahan acara.
Baca juga: Festival Budaya “Katong Orang Basudara” Pererat Persaudaraan Warga Ambon
Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda, sebanyak 16 sekaa teruna yang lolos seleksi mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp30 juta per kelompok. Mereka kemudian mengikuti pawai untuk memperebutkan gelar juara utama dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Melalui penyelenggaraan Kasanga Festival yang konsisten setiap tahun, Pemerintah Kota Denpasar berharap kegiatan ini terus menjadi ruang kolaborasi seni budaya yang mampu berkembang seiring perubahan zaman, sekaligus tetap menjaga identitas budaya Bali menjelang perayaan Nyepi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar