Jumat, 06 MARET 2026 • 11:30 WIB

Wakil Wali Kota Denpasar Hadiri Buka Puasa di Masjid Al-Falah, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Author

Wawali Arya Wibawa Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Perkuat Silaturahmi Jaga Keharmonisan Dalam Keberagaman. (humasdps)

BALI - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Masjid Al-Falah Buana Indah Padangsambian pada Kamis (5/3) petang. Ratusan umat Muslim berkumpul untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang turut dihadiri Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa. Momentum ini menjadi salah satu bentuk nyata kebersamaan serta semangat menjaga toleransi antarumat beragama di Denpasar.

Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Ramadan tersebut bukan sekadar ajang berbagi hidangan berbuka. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kerukunan di tengah keberagaman masyarakat kota.

Baca juga: PT LRT Jakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Kereta, Cek Syaratnya Disini!

Sejumlah tokoh juga turut hadir dalam kesempatan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar Khoeron, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Denpasar Mardi Soemitro, serta Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah semarak suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka.

Sejak sore hari, jamaah mulai berdatangan ke masjid. Suasana terasa hidup dengan beragam aktivitas warga yang menunggu azan Magrib. Anak-anak tampak bermain riang di halaman masjid, sementara para orang tua berbincang santai satu sama lain. Ada pula yang memanfaatkan waktu untuk bersalawat ataupun sekadar bersalaman, menciptakan nuansa Ramadan yang penuh kehangatan dan kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama seperti ini memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan antarumat beragama harus terus dipupuk sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.

Ia menegaskan bahwa nilai kebersamaan yang dikenal dengan konsep menyama braya, yang berarti memandang sesama sebagai saudara, menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Prinsip tersebut dinilai mampu memperkuat persatuan sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di daerah.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan di Kendari Hari Ini, 26 Februari 2026

Arya Wibawa juga mengajak seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama, untuk terus menjaga persatuan serta saling menghormati perbedaan. Ia menilai kerukunan antarumat beragama menjadi kunci penting terciptanya stabilitas sosial di Kota Denpasar.

Selain itu, ia juga menyinggung filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, sebuah nilai universal yang mengajarkan bahwa seluruh manusia di dunia pada dasarnya adalah satu keluarga besar. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat toleransi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bali.

“Semoga di bulan suci ini kita semua semakin diberkahi, iman dan ketakwaan kita semakin kuat, sehingga kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dan kita bisa bersama-sama mendukung pembangunan Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Al-Falah Buana Indah, H. Oktan Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Baca juga: Sensasi Ngabuburit di Kebun Raya Banua: Bisa Buka Puasa Bersama Hingga Malam!

Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan silaturahmi antarumat beragama. Selama ini, kata dia, hubungan antara umat Muslim dengan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu telah terjalin dengan baik dan penuh rasa saling menghormati.

H. Oktan berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam acara buka puasa bersama ini dapat terus dipelihara melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Dengan begitu, nilai-nilai persaudaraan serta harmoni budaya lokal dapat terus berkembang di tengah kehidupan masyarakat Denpasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU