Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 14:40 WIB

Gebyar Cek Kesehatan Gratis 2026, Buleleng Kejar Target 46 Persen Partisipasi

Author

Dorong Deteksi Dini Penyakit, Buleleng Intensifkan Cek Kesehatan Gratis di Desa (adm buleleng)

BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggenjot upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat dengan memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga menjangkau desa-desa pada tahun 2026. Melalui Dinas Kesehatan, pola layanan kini tidak lagi hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi diperkuat dengan strategi jemput bola agar semakin banyak warga yang bisa mengakses pemeriksaan tanpa hambatan jarak dan waktu.

Langkah ini diambil untuk mempercepat pencapaian target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun, sebagaimana dicanangkan Bupati Buleleng. Target tersebut dinilai cukup ambisius, sehingga dibutuhkan terobosan di lapangan agar angka partisipasi terus meningkat secara signifikan.

Baca juga: Awas Produk Abal-Abal! Dinkes dan BBPOM DKI Jakarta Perketat Pengawasan Obat dan Makanan demi Kesehatan Masyarakat

Sebelumnya, layanan CKG sudah tersedia di puskesmas, puskesmas pembantu, serta posyandu. Namun, tidak semua warga memiliki kesempatan datang langsung ke fasilitas tersebut. Karena itu, Dinas Kesehatan memilih menggelar gebyar layanan kesehatan langsung di desa-desa. Dengan cara ini, tenaga medis turun langsung menyapa masyarakat, membuka layanan pemeriksaan di titik-titik yang lebih dekat dengan aktivitas warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menjelaskan bahwa program CKG yang telah berjalan selama dua bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Meski begitu, ia menilai percepatan tetap perlu dilakukan agar target 46 persen dapat tercapai tepat waktu.

Menurutnya, kegiatan gebyar di desa bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk konkret komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan warga tidak lagi menunda pemeriksaan kesehatan hanya karena kendala jarak atau kesibukan.

Program CKG sendiri menyasar seluruh kelompok usia. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga lansia, semua mendapatkan kesempatan pemeriksaan gratis. Jenis layanan yang diberikan pun cukup komprehensif, mencakup deteksi dini hipertensi dan risiko stroke, pemeriksaan gangguan mobilitas pada lansia, hingga skrining penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Pendekatan ini dinilai penting karena banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Dengan pemeriksaan rutin, potensi risiko bisa diketahui lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Tak hanya mengandalkan tenaga medis, Dinas Kesehatan juga menggandeng berbagai unsur di tingkat desa. Aparat desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat dilibatkan untuk membantu menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Edukasi terus digencarkan agar pola pikir masyarakat bergeser, dari yang sebelumnya cenderung memeriksakan diri saat sakit, menjadi lebih proaktif menjaga kondisi tubuh sejak dini.

Dr. Sucipto menekankan bahwa program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Deteksi dini tidak hanya mencegah komplikasi penyakit, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup warga.

Baca juga: Tim Dokkes Gelar 'Patroli Jumat Sehat' di Ambon, Cek Kesehatan Warga dan Beri Obat Gratis

Data periode 2020–2025 mencatat angka harapan hidup masyarakat Buleleng berada di kisaran 75,06 tahun. Pemerintah daerah berharap, melalui perluasan program CKG dan peningkatan partisipasi warga, angka tersebut dapat terus mengalami kenaikan di tahun-tahun mendatang.

Dengan gerakan masif hingga ke pelosok desa, program CKG diharapkan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi budaya baru masyarakat Buleleng untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU