BALI - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, jajaran Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama sebagai bentuk ungkapan syukur dan doa bersama. Kegiatan sakral ini berlangsung di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, pada Senin (23/2), dengan dihadiri pimpinan daerah serta seluruh unsur organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar.
Persembahyangan dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, yang hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, unsur Forkopimda Denpasar, serta para kepala OPD. Prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Raka Timbul dari Griya Puseh Intaran Sanur, sehingga suasana khidmat begitu terasa sejak awal hingga akhir persembahyangan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi Pemkot Denpasar, persembahyangan bersama menjadi refleksi spiritual atas perjalanan panjang Kota Denpasar yang kini memasuki usia ke-238 tahun. Dalam sambutannya, Wali Kota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sujud syukur dan sradha bhakti sebagai umat beragama, sekaligus memohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa peringatan hari jadi kota bukan hanya tentang selebrasi, melainkan juga saat yang tepat untuk melakukan evaluasi serta memperkuat komitmen pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan di Denpasar harus dijalankan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat luas. Harapan besarnya, seluruh jajaran pemerintah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian.
Selama ini, berbagai layanan publik telah diupayakan secara maksimal oleh masing-masing OPD. Namun demikian, Jaya Negara mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin dinamis. Karena itu, inovasi dan terobosan baru harus terus dikembangkan agar pelayanan semakin efektif, cepat, dan tepat sasaran. Semua itu selaras dengan visi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar MAJU, yakni Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul.
Semangat kebersamaan juga menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Wali Kota mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, legislatif, Forkopimda, hingga masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, untuk terus memperkuat sinergi. Ia menyinggung filosofi vasudaiva kutumbakam yang dimaknai sebagai menyama braya, semangat persaudaraan dan kebersamaan tanpa sekat.
Menurutnya, membangun kota tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar setiap program pembangunan mampu menjawab kebutuhan riil warga. Dengan fondasi kebersamaan tersebut, ia optimistis Denpasar dapat terus bertumbuh sebagai kota yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap berakar kuat pada nilai budaya lokal.
Baca juga: Gubernur Sulsel Kucurkan Kado untuk HUT ke-66 Takalar, Infrastruktur Jalan hingga Bantuan Sosial
Persembahyangan bersama ini pun menjadi simbol bahwa pembangunan fisik dan spiritual harus berjalan beriringan. Di usia ke-238 tahun, Denpasar diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga semakin kokoh dalam nilai moral, budaya, dan pelayanan publiknya. Dengan doa dan tekad bersama, Pemkot Denpasar menatap masa depan dengan optimisme, menuju Denpasar yang semakin maju dan berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar