BALI - Suasana berbeda tampak di kawasan publik Jembrana, Jumat (20/2). Di tengah keramaian peluncuran dua unit food truck UMKM, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) tampil tak seperti biasanya. Keduanya bukan berdiri di podium memberi sambutan panjang, melainkan mengenakan celemek dan berdiri di balik etalase food truck, menawarkan produk lokal langsung kepada warga.
Momen tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Bung Karno dan langsung menyita perhatian masyarakat yang hadir. Usai prosesi simbolis pemecahan kendi sebagai tanda dimulainya operasional armada UMKM bergerak itu, keduanya melanjutkan acara dengan cara yang cukup mengejutkan. Mereka masuk ke dalam unit food truck dan mulai beraksi layaknya pedagang profesional.
Dengan gerak lincah, Bupati Kembang dan Wabup Ipat melayani pembeli satu per satu. Mereka menyajikan produk UMKM Jembrana dengan penuh antusias, menciptakan suasana hangat sekaligus akrab. Aksi tersebut bukan sekadar gimmick seremonial, melainkan simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan.
Peluncuran dua unit food truck ini menjadi salah satu capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan duet Kembang–Ipat. Program ini dirancang sebagai langkah konkret memperluas akses pemasaran bagi pelaku UMKM di Bumi Makepung. Konsepnya sederhana namun berdampak besar, produk lokal tidak lagi menunggu pembeli datang, tetapi hadir langsung di titik-titik keramaian.
Menurut Bupati Kembang, food truck ini bukan sekadar aset fisik, melainkan sarana mobilitas bagi UMKM agar lebih fleksibel menjangkau pasar. Armada tersebut akan beroperasi secara berpindah-pindah, menyasar pusat keramaian dan ruang publik agar produk lokal semakin dikenal luas.
Ia menegaskan, strategi “jemput bola” menjadi pendekatan utama dalam program ini. Pemerintah ingin memastikan produk unggulan Jembrana tampil dengan kemasan yang modern, menarik, dan mampu bersaing. Dengan tampilan visual yang representatif, food truck diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus citra produk UMKM di mata masyarakat.
Kehadiran food truck juga dinilai mampu memangkas jarak antara produsen dan konsumen. Produk lokal kini dapat hadir lebih dekat, tanpa harus menunggu momentum pameran atau event tertentu. Selain itu, konsep mobile dinilai lebih efektif untuk memperkenalkan profil dan identitas UMKM secara langsung kepada publik.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang acara. Banyak yang mengabadikan momen ketika pemimpin daerah mereka turun langsung melayani pembeli. Kehangatan interaksi tersebut menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada kebijakan di atas kertas, tetapi diwujudkan lewat aksi nyata di lapangan.
Dengan diluncurkannya dua unit food truck ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap geliat ekonomi kreatif semakin kuat. Produk-produk lokal diharapkan tak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga pilihan utama masyarakat sendiri.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar program formalitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian ekonomi daerah. Melalui konsep pemasaran yang kreatif dan lebih dekat dengan warga, Jembrana mencoba melangkah lebih adaptif mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan semangat ekonomi kerakyatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana