Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 09:55 WIB

Utsawa Dharma Gita Disabilitas Semarakkan HUT ke-238 Denpasar, Bukti Nyata Kota Inklusif

Author

Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Semarakkan HUT ke-238 Kota Denpasar (humasdps)

BALI - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kota yang inklusif dengan menggelar Utsawa Dharma Gita bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (19/2), ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya perhelatan seni dan spiritual tersebut. Suasana penuh semangat dan kehangatan terasa sejak awal acara, mencerminkan antusiasme para peserta dan pendukung yang hadir.

Baca juga: Ribuan Senyum Teukir! Sudin Sosial Jakut Salurkan 1.077 Alat Bantu untuk Warga Disabilitas Sepanjang Tahun 2025

Mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang lomba seni keagamaan. Lebih dari itu, Utsawa Dharma Gita menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri sekaligus menunjukkan potensi terbaik mereka dalam bidang seni, budaya, dan spiritualitas Hindu Bali. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tampil, berkarya, dan berprestasi.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, hingga para pendamping yang setia mendukung para peserta. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan nyata komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan saling menghargai.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menunjukkan kemampuan. Justru dari semangat para peserta, masyarakat dapat belajar tentang ketulusan, daya juang, dan kekuatan mental yang luar biasa. Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan agar nilai kebersamaan, empati, dan toleransi semakin mengakar di tengah kehidupan masyarakat Denpasar.

“Melalui ajang ini, kita bisa melihat bahwa semangat dan dedikasi para peserta menjadi inspirasi bagi kita semua. Mereka membuktikan bahwa kesempatan yang setara mampu melahirkan prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, A.A. Ayu Diah Kurniawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita ini bertujuan menggali dan mengembangkan bakat serta kreativitas penyandang disabilitas di bidang seni budaya Bali. Selain sebagai wadah kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap Dharma Gita sebagai bagian dari tradisi spiritual umat Hindu Bali.

Ia menambahkan, Denpasar terus berupaya menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan seperti ini, nilai kesetaraan dan penghormatan terhadap hak setiap individu semakin ditegaskan. Tidak hanya berbicara soal fasilitas fisik, tetapi juga tentang akses terhadap ruang berekspresi dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya.

Perwakilan penyandang disabilitas Kota Denpasar, Gusti Ayu Arini, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai ajang ini memberi motivasi dan kepercayaan diri bagi para peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini diisi dengan sejumlah lomba. Di antaranya lomba macepat kategori remaja yang diikuti tujuh peserta dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar. Selain itu, lomba macepat kategori dewasa diikuti sepuluh peserta yang berasal dari DPC Pertuni Kota Denpasar serta DPC HWDI Kota Denpasar. Setiap peserta tampil dengan penuh penghayatan, membawakan tembang-tembang suci dengan suara dan ekspresi yang memukau.

Baca juga: Pemprov Sulsel Salurkan Alat Bantu bagi Disabilitas, Dorong Kemandirian Difabel di Empat Daerah

Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci suksesnya pelaksanaan acara ini. Panitia mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme.

Dengan terselenggaranya Utsawa Dharma Gita ini, Pemerintah Kota Denpasar kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya sebagai perayaan HUT kota, kegiatan ini juga menjadi pesan kuat bahwa Denpasar adalah rumah bagi semua, tanpa terkecuali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU