BALI - Pemerintah daerah kembali tancap gas nyusun arah pembangunan jangka pendeknya. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan lewat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tabanan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk membahas rancangan awal RKPD Semesta Berencana 2027. Agenda ini berlangsung Selasa (10/2) di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana dan jadi ruang terbuka buat publik ikut nimbrung kasih insight soal masa depan pembangunan daerah.
Forum ini bukan acara formalitas doang. Secara regulasi, kegiatan tersebut merupakan tahapan penting yang mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia lewat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Intinya, pemerintah daerah diminta tak jalan sendiri tapi buka ruang diskusi dengan stakeholder supaya perencanaan lebih partisipatif dan realistis. Dari pejabat daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, sampai komunitas masyarakat hadir buat menyatukan perspektif.
Baca juga: Gudang Katering di Ragunan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tema yang diangkat juga cukup relate sama kondisi ekonomi sekarang “Hilirisasi dan Membangun Ekosistem Unggulan Daerah”. Dalam forum itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa konsultasi publik ini bukan sekadar forum ngobrol, tapi jadi titik krusial untuk merumuskan arah pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak penting buat menjaga pembangunan tetap inklusif dan selaras dengan visi besar daerah yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani.
Ia juga menyoroti konsep hilirisasi yang lagi sering digaungkan. Buat yang belum familiar, hilirisasi itu sederhananya proses mengolah bahan mentah jadi produk bernilai tambah jadi bukan cuma jual raw material, tapi juga hasil olahan yang lebih kompetitif. Strategi ini dinilai bisa memperkuat ekonomi lokal sekaligus menaikkan daya saing daerah di level lebih luas.
Selain itu, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya membangun ekosistem produk unggulan yang terintegrasi. Menurutnya, produk lokal tak bisa berdiri sendiri tapi butuh dukungan rantai pasok, inovasi, layanan pendukung, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan ekosistem yang solid, sektor desa diharapkan makin produktif dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.
Dalam kesempatan yang sama, pemaparan data ekonomi dari perwakilan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan memberi gambaran situasi terkini. Statistisi I Wayan Putrawan menyebut tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 berada di angka 1,58 persen turun dibanding tahun sebelumnya. Artinya, peluang kerja makin kebuka dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan tren positif.
Bukan cuma itu, ketimpangan pendapatan juga membaik. Gini Ratio tercatat turun ke angka 0,247 yang menandakan distribusi pendapatan makin merata. Sementara tingkat kemiskinan berada di angka 4,23 persen, ikut menurun dibanding tahun sebelumnya. Indikator ini dianggap sebagai sinyal bahwa program pembangunan dan perlindungan sosial berjalan cukup efektif.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Sanjaya memberi apresiasi pada semua pihak yang terlibat dalam menjaga stabilitas pembangunan. Ia menilai hasil ini jadi bukti arah kebijakan daerah sudah berada di jalur yang tepat tak cuma fokus ke pertumbuhan ekonomi, tapi juga ke pemerataan dan keadilan sosial.
Baca juga: Pemkab Probolinggo Gelar Proteksi, Tekan Inflasi Jelang Ramadhan
Ke depan, capaian positif tersebut bakal dijadikan pijakan dalam merancang RKPD 2027. Harapannya, kebijakan yang lahir nanti makin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu memperkuat daya saing daerah. Jadi, forum konsultasi publik ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi bagian dari proses membangun masa depan Tabanan yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab