BALI - Perwakilan Kota Denpasar sukses mencuri spotlight dalam rangkaian puncak peringatan HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali. Dalam lomba Gebogan yang digelar di Gedung Ksirarnawa kawasan Taman Budaya Bali Art Centre, Kamis (12/2), duta kota ini berhasil membawa pulang gelar Juara 1. Kemenangan tersebut bukan cuma soal prestasi kompetisi, tapi juga jadi representasi kreativitas perempuan Hindu dalam menjaga nilai budaya yang tetap relevan di tengah zaman yang terus berubah.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh perempuan penting, termasuk Putri Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali serta penasehat WHDI Bali Seniasih Giri Prasta. Dari pihak Denpasar, turut hadir Ketua WHDI Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Ayu Kristi Arya Wibawa, yang memberikan dukungan langsung bagi peserta lomba. Kehadiran mereka menambah vibes kebersamaan sekaligus menegaskan pentingnya ruang apresiasi bagi perempuan dalam kegiatan budaya dan spiritual.
Baca juga: Siap Hadapi PPDB? Intip 8 SMP Negeri Unggulan di DKI Jakarta yang Jadi Incaran Para Juara!
Selain mendominasi di lomba Gebogan, perwakilan Denpasar juga menunjukkan performa konsisten di kategori lain. Mereka sukses mengamankan Juara 2 untuk lomba Kidung dan Pejati, serta Juara 3 dalam lomba Darmawacana. Raihan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan peserta bukan cuma satu dimensi, tapi seni suara, keterampilan ritual, sampai kemampuan berbicara soal nilai dharma semuanya bisa ditampilkan secara seimbang.
Ketua WHDI Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah tampil maksimal. Menurutnya, kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi jadi panggung untuk menunjukkan potensi, bakat, serta kecintaan perempuan terhadap pelestarian budaya Bali. Ia menilai kegiatan semacam ini membantu memperkuat karakter perempuan Hindu mulai dari kreativitas, kecerdasan, hingga strategi berpikir yang nantinya berperan penting dalam mendidik generasi muda.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk masa depan masyarakat. Dengan karakter kuat dan wawasan luas, perempuan dapat berkontribusi dalam mencerdaskan generasi penerus sekaligus menjaga nilai agama, adat, dan budaya tetap hidup. Harapannya, organisasi seperti WHDI dapat menjadi jembatan pemberdayaan, membantu perempuan mengembangkan kualitas diri, kemampuan manajemen, serta jaringan sosial sebagai bentuk pengabdian spiritual kepada Tuhan.
Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali Tjokorda Istri Sri Rasmawati Yudhara menyoroti tema peringatan tahun ini, yakni pemberdayaan perempuan untuk membentuk keluarga sehat menuju Indonesia Emas. Ia menekankan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung keluarga, tetapi juga sebagai individu yang kompetitif dan berdaya saing dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, semangat persaudaraan serta nilai harmoni dalam konsep budaya Bali menjadi fondasi untuk memperkuat peran organisasi dalam membina masyarakat Hindu. Fokusnya bukan hanya pada masa kini, tapi juga membangun generasi muda yang cerdas, unggul, dan berkarakter kuat di masa depan.
Baca juga: Tanjungbalai Kembali Juara Umum di Jambore PKK Sumut, Kahiyang Ayu Sampaikan Apresias
Momentum lomba ini akhirnya terasa lebih dari sekadar ajang kompetisi budaya. Ia menjadi ruang kolaborasi, ekspresi, dan refleksi bahwa perempuan punya peran besar dalam menjaga identitas budaya sekaligus bergerak adaptif menghadapi tantangan zaman. Dan kemenangan Denpasar di panggung Gebogan menjadi simbol bahwa tradisi dan kreativitas bisa jalan bareng tanpa ketinggalan zaman, justru makin relevan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar