BALI - Pertemuan hangat penuh nuansa persaudaraan terjadi di Kota Denpasar pada Jumat siang (30/1). Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, turut mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menerima audiensi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, M.Hum beserta jajaran. Agenda ini menjadi momen penting untuk memperkuat relasi antardaerah yang sudah terjalin sejak lama.
Audiensi tersebut juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban, mencerminkan semangat silaturahmi yang ingin terus dirawat antara Bali dan NTT.
Baca juga: Bendung Katulampa Berstatus Siaga 3, Gubernur Pramono Anung: Air Harus Segera Dibuang ke Laut
Dalam pertemuan itu, berbagai isu strategis dibahas secara terbuka. Mulai dari rencana kerja sama antar pemerintah daerah, isu sosial kemasyarakatan, hingga persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Fokus utamanya adalah bagaimana kedua daerah bisa saling bersinergi, menjaga stabilitas sosial, serta membangun hubungan yang lebih solid di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur NTT dan rombongan ke Bali, khususnya ke Kota Denpasar. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi juga ruang untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kerja sama lintas wilayah.
Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terbuka untuk terus berkolaborasi dengan Pemprov Bali dan Pemprov NTT. Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang terbangun dapat berjalan sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, filosofi yang memandang seluruh dunia sebagai satu keluarga. Prinsip gotong royong dan saling mendukung dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan antardaerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengaku senang dapat berkunjung ke Bali. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda menyapa diaspora NTT yang telah lama menetap dan berkontribusi di Pulau Dewata. Bahkan, menurutnya, keberadaan diaspora NTT di Bali sudah tercatat sejak sekitar 70 tahun lalu.
Johni Asadoma menyoroti bahwa banyak warga NTT yang sukses dan memberi kontribusi nyata di berbagai bidang di Bali, termasuk di sektor olahraga dan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa hubungan baik yang telah terbangun selama puluhan tahun ini harus terus dijaga dan tidak boleh tercoreng oleh tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ke depan, melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang lebih strategis. Salah satu fokusnya adalah pembenahan dan langkah antisipatif terhadap potensi isu sosial dan kamtibmas yang melibatkan warga NTT di Bali.
Baca juga: Gubernur Dorong Operasi Keamanan Kie Raha 2026 Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
Johni Asadoma menilai pertemuan dengan Gubernur Bali ini menjadi langkah awal yang positif untuk melakukan perbaikan dan penguatan koordinasi. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat menciptakan rasa aman, harmonis, serta memperkuat persaudaraan antara masyarakat Bali dan NTT di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar