Jumat, 23 JANUARI 2026 • 11:40 WIB

Pemkab Jembrana Uji Coba Food Truck, Strategi Jemput Bola Promosi UMKM Kuliner Lokal

Author

Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai melakukan uji coba operasional unit Jembrana Food Truck bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (23/1). (Humas Jembrana)

BALI - Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai tancap gas menghadirkan terobosan baru untuk mendongkrak promosi UMKM kuliner lokal. Lewat uji coba operasional Jembrana Food Truck yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (23/1), Pemkab Jembrana menunjukkan komitmennya membawa produk lokal naik level dengan cara yang lebih fleksibel dan kekinian.

Food Truck ini bukan sekadar kendaraan jualan biasa. Konsepnya dirancang sebagai strategi “jemput bola”, di mana produk-produk kuliner unggulan Jembrana tidak lagi menunggu pembeli datang, tapi justru aktif menyambangi titik-titik keramaian. Mulai dari event budaya, piodalan, hingga kegiatan masyarakat lainnya, semuanya bisa jadi panggung promosi UMKM.

Baca juga: Inkubasi UMKM, Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT)

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, yang hadir langsung meninjau uji coba bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Sekda I Made Budiasa, menegaskan bahwa kehadiran Food Truck ini menjadi solusi agar pelaku UMKM tidak terpaku pada satu lokasi jualan saja.

“Ini adalah inisiatif untuk memperkenalkan UMKM secara dinamis. Tidak statis di satu tempat, tapi bisa bergerak ke mana saja, terutama ke pusat keramaian seperti acara piodalan atau ngenteg linggih,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Menurutnya, fokus utama program ini bukan semata-mata jualan, melainkan promosi produk lokal. Food Truck akan dioperasikan oleh kru yang ramah dan terlatih, sehingga pengalaman pembeli juga ikut diperhatikan. Pada tahap uji coba ini, pemerintah masih membuka ruang evaluasi sebelum resmi diluncurkan.

“Hari ini kita masih trial. Masukan dari pembeli akan jadi bahan evaluasi. Harapannya, saat launching nanti konsepnya sudah matang dan mendekati sempurna,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi teknis, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Jembrana melakukan seleksi ketat terhadap produk yang masuk ke dalam Food Truck. Tidak semua produk langsung bisa dijual. Proses verifikasi dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga sesuai dengan fasilitas yang tersedia di dalam unit, seperti showcase pendingin, alat penghangat, hingga microwave.

Baca juga: Evita Dorong UMKM Grobogan Tingkatkan Standardisasi dan Sertifikasi

Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan I Ketut Antara menjelaskan bahwa kualitas rasa menjadi kunci utama. Produk kuliner harus tetap enak meski melalui proses penyimpanan atau pemanasan ulang.

“Semua pelaku UMKM kuliner bisa bergabung, tapi kami pastikan dulu produknya cocok dengan alat yang tersedia. Selain makanan segar, produk kemasan juga kami fasilitasi sebagai media promosi,” jelasnya.

Ke depan, Jembrana Food Truck diharapkan tidak hanya menjadi sarana jualan, tetapi juga ikon baru ekonomi kreatif Bali Barat. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa modernisasi UMKM tidak harus menghilangkan identitas lokal, justru bisa memperkuatnya lewat konsep yang adaptif dan mobile.

Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan dekat dengan masyarakat, Food Truck ini diharapkan mampu membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku UMKM Jembrana, sekaligus memperkenalkan cita rasa lokal ke level yang lebih tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU