BALI - Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 tahun 2026 berlangsung meriah di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3). Kegiatan yang digagas oleh Nyalanesia ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Denpasar karena dinilai mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui literasi.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir mewakili Wali Kota Denpasar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong budaya literasi di kalangan pelajar. Menurutnya, festival seperti ini tidak hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide, gagasan, serta pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis yang inspiratif.
Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPD RI Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, serta sejumlah undangan lainnya.
Baca juga: Perkuat Literasi Zakat, Bunda PAUD Kota Jambi Gandeng Baznas Garap Program Edukasi Anak
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Denpasar yang dibacakan oleh Arya Wibawa, disampaikan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam persaingan besar untuk melahirkan berbagai inovasi. Namun, inovasi tidak muncul secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari penguatan literasi sejak usia dini.
Ia menegaskan bahwa Denpasar terus berupaya mewujudkan diri sebagai kota literasi berbasis budaya. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan berbagai fasilitas seperti perpustakaan, pojok baca, hingga ruang kreatif yang dapat diakses masyarakat di berbagai ruang publik. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Arya Wibawa, literasi saat ini memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan memahami informasi, memilah kebenaran, serta mengolah pengetahuan menjadi inovasi yang bermanfaat.
Ia menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus mendorong semangat belajar sepanjang hayat. Keberadaan perpustakaan tidak hanya menghadirkan sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk pengembangan keterampilan, penguatan karakter, serta pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, pengembangan literasi perlu terus didukung melalui berbagai inovasi, baik di lingkungan masyarakat maupun di sekolah. Ia juga menilai gerakan literasi di Kota Denpasar saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan membaca dan menulis.
“Upaya kolaboratif harus terus diperkuat agar gerakan literasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: LPS Warna dari Timur Digelar di Makassar, Budaya dan Literasi Keuangan Bertemu di Satu Panggung
Pada kesempatan tersebut, Arya Wibawa juga menyampaikan apresiasi kepada Nyalanesia yang telah konsisten mendukung gerakan literasi di Kota Denpasar dengan menghadirkan ruang kreatif bagi para pelajar untuk berkarya.
Sementara itu, Duta Literasi Denpasar, Jemima Mulyandari, dalam laporannya menjelaskan bahwa Festival Literasi Denpasar tahun ini telah memasuki penyelenggaraan ke-6. Ia menyebutkan bahwa festival ini terus mengalami peningkatan partisipasi setiap tahunnya.
Pada tahun 2026, festival ini diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta yang terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru. Dari kegiatan tersebut lahir lebih dari sepuluh ribu karya berupa puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen, hingga esai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar