Bukan Bek Kaleng-Kaleng, Bali United Boyong Thomas Lam yang Pernah Merasakan Atmosfer Sepak Bola Eropa
BALI - Bali United FC kembali membuat gebrakan menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut resmi mendatangkan bek berpengalaman asal Finlandia, Thomas Anton Rudolph Lam, sebagai amunisi baru untuk memperkokoh lini pertahanan. Kehadiran pemain berusia 32 tahun itu diharapkan mampu memberikan stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas sektor belakang Bali United.
Thomas Lam datang ke Bali United dengan membawa pengalaman panjang dari berbagai kompetisi sepak bola internasional. Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, pada 18 Desember 1993 itu memiliki darah Belanda-Finlandia dan memilih memperkuat Timnas Finlandia di level internasional. Berposisi sebagai bek tengah, Lam dikenal memiliki postur ideal dengan tinggi badan mencapai 188 sentimeter yang menjadi salah satu keunggulannya dalam duel udara maupun menjaga area pertahanan.
Baca juga: Chelsea Bidik Bek Muda Como Jacobo Ramon, Bersaing dengan Arsenal
Sebelum berlabuh ke Indonesia, Thomas Lam telah menjalani perjalanan karier di sejumlah klub Eropa. Ia pernah memperkuat AZ Alkmaar dan PEC Zwolle di Liga Belanda, serta mencicipi pengalaman bermain di kompetisi luar Belanda. Selain itu, Lam juga sempat memperkuat klub Inggris Nottingham Forest dan terakhir membela klub Siprus, Apollon Limassol, sebelum akhirnya menerima tawaran dari Bali United.
Manajemen Bali United mendatangkan Lam bukan tanpa alasan. Evaluasi terhadap performa tim pada musim sebelumnya menunjukkan bahwa sektor pertahanan menjadi salah satu area yang perlu diperkuat. CEO Bali United, Yabes Tanuri, menyebut keputusan merekrut Lam merupakan hasil komunikasi antara manajemen dan tim pelatih untuk mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan skuad.
Selain kualitas individu, kehadiran Thomas Lam juga memiliki nilai tambah karena ia sudah mengenal karakter permainan pelatih Bali United, Johnny Jansen. Keduanya pernah bekerja sama ketika Lam masih membela PEC Zwolle. Hubungan tersebut diyakini dapat membantu proses adaptasi sang pemain dengan strategi dan filosofi permainan Serdadu Tridatu.
Baca juga: Mengulik Sejarah Piala AFF: Turnamen Sepak Bola Paling Bergengsi se-Asia Tenggara!
Menariknya, Thomas Lam juga memiliki catatan pernah berada dalam satu lingkungan sepak bola dengan gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye. Keduanya sempat menjadi rekan setim ketika berada di akademi AZ Alkmaar. Pengalaman panjang Lam di Eropa menjadi modal penting bagi Bali United yang ingin membangun skuad lebih kompetitif menghadapi musim baru.
Dengan bergabungnya Thomas Lam, Bali United berharap lini pertahanan mereka menjadi lebih kokoh dan mampu bersaing di papan atas kompetisi nasional. Kehadiran bek berlabel internasional tersebut menjadi bagian dari strategi klub untuk menghadirkan kombinasi antara pengalaman pemain asing dan kekuatan pemain lokal dalam menghadapi tantangan musim 2026/2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Web Bali United