Spirit Kebersamaan Mengalir di Melaspas Alit Pura Dalem Oongan, Jaya Negara Turut Mendem Pedagingan
BALI - Nuansa spiritual dan kebersamaan terasa hangat di kawasan Desa Adat Oongan, Denpasar, saat rangkaian Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem digelar khidmat pada Minggu (31/5). Momen sakral ini turut dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang ikut serta dalam prosesi mendem pedagingan sekaligus ngaturang punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.
Di tengah jalannya upacara, Jaya Negara menyampaikan bahwa kegiatan yadnya seperti ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan pengempon pura dan masyarakat adat patut mendapat apresiasi karena menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat Bali.
Baca juga: Upacara Majaya-Jaya Desa Adat Kesiman, Denpasar Teguhkan Pembangunan Berbasis Budaya
Ia menilai, keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan upacara secara mandiri menunjukkan tumbuhnya nilai kebersamaan dan kemandirian desa adat. Konsep Tri Guna Karya dan Satwika Karya yang diterapkan juga dinilai membawa makna mendalam, terutama dalam menciptakan pelaksanaan upacara yang tulus, sederhana, namun tetap sarat nilai spiritual.
“Yadnya bukan hanya prosesi ritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat energi positif di lingkungan masyarakat,” ujar Jaya Negara di sela kegiatan.
Orang nomor satu di Kota Denpasar itu juga berharap setelah upacara Melaspas Alit ini dilaksanakan, hubungan antarwarga dan pengempon pura semakin harmonis serta mampu menjaga persatuan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Sementara itu, Bendesa Adat Oongan, I Made Agüs Uinbara Jaya, menjelaskan bahwa pembangunan Pura Dalem Oongan merupakan tindak lanjut dari keputusan Paruman Desa pada 16 Februari 2022. Saat itu, Desa Adat Oongan sepakat berdiri mandiri dan memisahkan diri dari pemaksan sebelumnya.
Baca juga: Di Balik Megahnya Upacara Adat Bali, Ternyata Banyak Makna yang Simbolis dan Menggetarkan Jiwa
Sebagai desa adat yang berdiri sendiri, masyarakat kemudian mulai melengkapi struktur Kahyangan Desa, termasuk pembangunan Pura Puseh dan Pura Dalem sebagai pusat spiritual desa.
Rangkaian pemlaspasan kali ini berlangsung penuh kekhusyukan melalui beberapa prosesi utama seperti Pecaruan Panca Morsika, Pemakuh, hingga Mendem Pedagingan. Kehadiran Walikota Denpasar dalam prosesi tersebut pun menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan adat, tradisi, dan warisan budaya Bali yang tetap hidup di tengah masyarakat modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar