Selasa, 02 JUNI 2026 • 14:45 WIB

Denpasar Fashion Street 2026, Saat Kain Perca Naik Kelas Jadi Tren Fashion Kreatif

Author

Denpasar Fashion Street Siap Digelar Pada 6 Juni Mendatang, Angkat Kreativitas Desainer Hasilkan Kreasi Busana Berbahan Kain Perca. (humasdps)

BALI - Semangat kreativitas dan gaya berkelanjutan kembali terasa di jantung Kota Denpasar. Dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno 2026, Dekranasda Kota Denpasar bersama Disperindag Kota Denpasar kembali menghadirkan ajang tahunan Denpasar Fashion Street (DFS) yang akan digelar pada 6 Juni 2026 di kawasan Patung Dewi Melanting, Pelataran Pasar Badung.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, DFS bukan sekadar peragaan busana biasa. Event ini berkembang menjadi ruang kreatif bagi para desainer lokal untuk menunjukkan identitas fashion Denpasar yang modern, artistik, sekaligus ramah lingkungan. Tahun ini, sebanyak 10 desainer muda akan menampilkan total 100 rancangan busana dengan konsep unik berbahan kain perca atau sisa tekstil yang diolah menjadi karya bernilai tinggi.

Baca juga: Arti Gelang Hitam di Tangan Kiri, dari Simbol Energi sampai Tren Fashion Kekinian

Mulai dari gaun elegan, tas, aksesori, hingga ornamen fashion tampil dengan sentuhan inovatif yang membuat kain sisa tampak fashionable dan eksklusif. Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dunia mode kini tidak hanya berbicara soal penampilan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengapresiasi kreativitas para desainer yang dinilai mampu menghadirkan karya unik dari material sederhana. Menurutnya, perkembangan industri fashion kreatif di Denpasar menunjukkan potensi besar dan semakin menjanjikan.

Ia menilai para desainer lokal berhasil menghadirkan busana yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai inovasi dan pesan keberlanjutan. Pemanfaatan kain perca dianggap menjadi langkah positif dalam mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan produk fashion bernilai ekonomi.

Baca juga: Bukan Sekadar Fashion Show, Ini Aturan Ketat di Met Gala

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menjelaskan bahwa seluruh karya yang akan tampil telah melewati proses kurasi bersama desainer senior. Proses tersebut dilakukan agar setiap rancangan memiliki kualitas visual, konsep, dan karakter yang kuat sebelum diperkenalkan kepada publik.

Menurutnya, tema fashion berbahan kain perca dipilih sebagai bentuk respons terhadap persoalan sampah tekstil yang kini menjadi perhatian di berbagai kota. Melalui kreativitas desain, bahan sisa dapat diubah menjadi produk yang tetap stylish dan memiliki daya jual tinggi.

Baca juga: Ubah Limbah Jeans Jadi Fashion Unik, VersaLayer Ajak Anak Muda Lebih Peduli Lingkungan

Denpasar Fashion Street 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pertunjukan mode, tetapi juga momentum untuk memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif dengan industri fashion lokal yang terus berkembang. Dengan sentuhan kreativitas anak muda, kain perca kini tak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan bagian dari tren fashion masa depan yang penuh gaya dan makna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU