Mengenal Hari Bidan Sedunia 5 Mei: Sejarah Singkat dan Peran Penting Bidan Dalam Menyelamatkan Nyawa
BALI - Setiap tahun, dunia memperingati Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife pada tanggal 5 Mei. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen penting untuk mengingat kembali peran besar para bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, tanggal ini juga ikut diperingati oleh berbagai kalangan tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi yang sering bekerja di garis depan, terutama dalam proses kehamilan dan persalinan.
Baca juga: Ibu Wajib Tahu, Ini Tanda Hamil Bayi Down Syndrome dan Cara Mendeteksinya
Mengapa Hari Bidan Sedunia Diperingati 5 Mei?
Tanggal 5 Mei dipilih sebagai Hari Bidan Sedunia karena telah disepakati secara global sebagai hari khusus untuk menghormati profesi bidan. Sejak ditetapkan, tanggal ini digunakan setiap tahun sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya layanan kebidanan dalam sistem kesehatan.
Bidan bukan hanya membantu proses persalinan, tetapi juga mendampingi perempuan sejak masa kehamilan, melahirkan, hingga setelah bayi lahir. Bahkan di banyak daerah, terutama yang jauh dari fasilitas kesehatan besar, bidan sering menjadi satu-satunya tenaga medis yang tersedia.
Sejarah Singkat Ditetapkannya Hari Bidan Internasional
Baca juga: Rahasia di Balik Usus Ibu: Tempat Awal Otak dan Imun Bayi Terbentuk
Sejarah Hari Bidan Sedunia tidak muncul begitu saja. Awalnya, gagasan untuk memiliki hari khusus bagi bidan muncul dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh International Confederation of Midwives (ICM) di Belanda pada tahun 1987.
Dalam konferensi tersebut, para tenaga kesehatan menyadari bahwa peran bidan sangat besar, tetapi belum mendapatkan perhatian global yang cukup. Dari sinilah muncul ide untuk membuat hari peringatan khusus yang bisa mengangkat profesi bidan ke tingkat internasional.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, gagasan tentang hari khusus untuk bidan akhirnya mulai mendapat bentuk yang jelas. Ide ini pertama kali muncul dan diperkenalkan pada akhir tahun 1980-an, ketika para tenaga kesehatan mulai menyadari bahwa peran bidan layak mendapat perhatian lebih di tingkat global.
Memasuki awal 1990-an, peringatan ini mulai dilakukan, meski masih terbatas dan belum meluas ke banyak negara. Namun, langkah kecil itu menjadi awal penting. Hingga akhirnya, pada tahun 1992, Hari Bidan Internasional resmi ditetapkan dan disepakati untuk diperingati setiap tanggal 5 Mei.
Baca juga: Tanggal 5 Mei Diperingati sebagai Hari Bidan Sedunia 2025, Ini Tema hingga Sejarahnya
Sejak saat itu, peringatan ini terus berkembang. Dari yang awalnya sederhana, kini Hari Bidan Sedunia diperingati secara luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran besar bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Peringatan Hari Bidan Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi punya tujuan yang jelas dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Melalui momen ini, dunia diajak kembali ingat bahwa kesehatan ibu dan bayi adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan.
Selain itu, peringatan ini juga menjadi dorongan agar layanan kebidanan terus ditingkatkan, sehingga para ibu bisa mendapatkan pendampingan yang aman dan berkualitas, baik selama kehamilan maupun saat persalinan. Di sisi lain, masyarakat dan pemerintah juga diajak untuk lebih peduli dan memberikan dukungan nyata terhadap profesi bidan.
Baca juga: Penanggalan: Hantu dari Malaysia yang Menakuti Ibu Hamil dan Bayi: Bentuknya Mirip Kuyang?
Tak kalah penting, Hari Bidan Sedunia turut membuka ruang edukasi tentang kesehatan reproduksi, agar semakin banyak orang memahami dan menjaga kesehatan sejak dini.
Peringatan ini sebenarnya lahir dari kondisi nyata di lapangan. Selama ini, profesi bidan kerap kurang mendapat perhatian, padahal peran mereka sangat besar, bahkan sering menjadi penentu keselamatan ibu dan bayi.
Peran Bidan
Kalau ditanya, siapa yang paling dekat dengan ibu hamil di banyak daerah? Jawabannya sering kali adalah bidan. Bidan memiliki peran yang sangat luas, di antaranya:
- Memantau kesehatan ibu selama kehamilan
- Membantu proses persalinan dengan aman
- Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga
- Mendampingi ibu setelah melahirkan
- Menjaga kesehatan bayi baru lahir
Baca juga: 7 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan Anak yang Sayang Dilewatkan
Bahkan, dalam banyak kasus, kehadiran bidan bisa menjadi faktor penentu antara hidup dan mati, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.
Tak heran jika Hari Bidan Sedunia juga disebut sebagai momen untuk menghargai “garda terdepan” dalam kesehatan ibu dan anak.
Setiap tahun, peringatan Hari Bidan Sedunia biasanya mengangkat tema tertentu. Misalnya pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “One Million More Midwives” atau “Satu Juta Bidan Lebih Banyak”.
Tema ini menyoroti kebutuhan global akan tambahan tenaga bidan. Kenyataannya, masih banyak negara yang kekurangan tenaga kesehatan, terutama di bidang kebidanan. Pesan yang ingin disampaikan jelas: semakin banyak bidan, semakin besar peluang menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Baca juga: Apa Saja Larangan Ibu Hamil Trimester Pertama? Ini Daftar Lengkapnya
Fakta Menarik tentang Hari Bidan Sedunia
Ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui:
- Diperingati di lebih dari 50 negara di dunia
- Diinisiasi oleh organisasi profesi bidan internasional
- Selalu memiliki tema berbeda setiap tahun
- Sering diisi dengan kampanye kesehatan, seminar, hingga edukasi publik
- Menjadi salah satu peringatan kesehatan global yang penting
Peringatan ini juga sering dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan kesehatan yang lebih baik, terutama terkait layanan maternal dan reproduksi.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Bukan Cuma Orang Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Burnout
Hari Bidan Sedunia mengingatkan kita bahwa:
- Kesehatan ibu adalah fondasi kesehatan generasi berikutnya
- Bidan adalah ujung tombak layanan kesehatan dasar
- Dukungan terhadap bidan berarti investasi bagi masa depan
Tanpa bidan, angka kematian ibu dan bayi bisa jauh lebih tinggi. Itulah mengapa profesi ini tidak bisa dianggap sepele.
Hari Bidan Sedunia yang diperingati setiap 5 Mei bukan hanya tentang profesi, tetapi tentang kemanusiaan.
Baca juga: Daftar Persiapan Persalinan yang Wajib Dibeli sebelum Melahirkan, Jangan Sampai Terlewat!
Di balik setiap kelahiran yang selamat, sering ada sosok bidan yang bekerja tanpa sorotan. Mereka hadir di momen paling krusial dalam kehidupan manusia, awal kehidupan itu sendiri.
Melalui peringatan ini, dunia diingatkan bahwa menjaga kesehatan ibu dan bayi bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama. Dan di tengah semua itu, bidan tetap menjadi salah satu pahlawan yang bekerja dalam diam, namun berdampak besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber