Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 12:50 WIB

Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah atau Berjamaah: Penjelasan 8 atau 20 Rakaat, Dalil dan Waktu Pelaksanaan Ramadhan

Author

Ilustrasi Niat Taraweh (Chat GPT)

BALI - Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan di mana umat Islam menjalankan puasa dari terbit hingga terbenamnya matahari, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk memperbanyak ibadah lain, salah satunya adalah sholat sunnah Tarawih. Sholat Tarawih merupakan ibadah yang secara khusus dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadhan setelah sholat Isya. Secara harfiah, Tarawih juga disebut bagian dari sholat malam (Qiyam al-Lail), yang menunjukkan intensitas ibadah pada malam penuh berkah ini.

Bacaan Niat Sholat Tarawih: Arab, Latin, dan Artinya

Di dalam rukun sholat, niat merupakan bagian yang paling penting karena menjadi dasar diterimanya seluruh amalan ibadah. Niat tidak perlu diucapkan keras, cukup dilafalkan di dalam hati saat takbiratul ihram. Berikut beberapa bacaan niat yang umum dipakai:

a. Niat untuk Sendiri di Rumah

Baca juga: Lebih dari Sekadar Takjil, Ini Makna Mendalam Timun Suri Bagi Masyrakat Betawi di Bulan Suci Ramadhan

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni lillāhi ta‘āla

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

b. Niat Sebagai Makmum (Berjamaah)

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni ma’mūman lillāhi ta‘āla

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

c. Niat Sebagai Imam

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu an ushalliya shalat at-tarawihi rak‘ataini imaaman lillahi ta‘ala

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Delapan Kecamatan Siantar Ramaikan Warung Ramadhan

Salah satu pertanyaan yang sering muncul setiap Ramadan adalah, berapa jumlah rakaat Tarawih yang paling tepat dan dianjurkan? Ternyata, sampai hari ini tidak ada angka yang wajib secara syariat; jumlah rakaatnya bersifat sunnah dan dapat bervariasi sesuai dengan tradisi komunitas atau madzhab.

a. Delapan Rakaat

Sebagian umat Muslim di Indonesia dan beberapa negara lain mengikuti model delapan rakaat (lalu ditutup tiga rakaat witir). Model ini banyak dipraktikkan karena mengikuti tradisi Rasulullah SAW yang disampaikan melalui riwayat-riwayat tertentu bahwa beliau sholat Tarawih dalam delapan rakaat dan tiga rakaat witir. Model ini banyak dijumpai di komunitas-komunitas tertentu yang berpegang bahwa angka delapan merupakan sunnah yang kuat.

b. Dua Puluh Rakaat

Mayoritas umat Islam dunia terutama dalam tradisi empat madzhab utama (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali) melakukan Tarawih sebanyak 20 rakaat, diikuti dengan 3 rakaat sholat Witir. Angka ini berkembang sejak masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dimana beliau menetapkan kebiasaan Tarawih sebanyak 20 rakaat di masjid-masjid sebagai bentuk kemaslahatan dan ketertiban jamaah.

c. Catatan Lain: Tidak Ada Batasan Wajib

Beberapa riwayat menunjukkan perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat, bahkan hingga angka yang berbeda seperti 11, 13, 23, atau bahkan lebih. Namun para ulama sepakat bahwa jumlah rakaat tidak bersifat wajib, maka umat boleh memilih sesuai kemampuan dan tradisi selagi niat tetap lurus.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih

Baca juga: Ramadhan Makin Tertib! Rekayasa Lalu Lintas di Kendari Dilakukan di Kawasan Eks MTQ

Secara umum, pelaksanaan Sholat Tarawih mengikuti pola sholat sunnah lainnya, yakni:

a. Syarat dan Niat

  • Berwudhu dengan sempurna.
  • Menentukan niat di hati terkait jumlah rakaat yang akan dilakukan sebelum takbiratul ihram.

b. Urutan Gerakan Sholat

  • Setelah niat, urutan pelaksanaannya sama seperti sholat lain:
  • Takbiratul ihram
  • Doa iftitah (pembuka)
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat pendek dari Al-Qur’an
  • Ruku’, i’tidal, dan sujud dua kali
  • Ulangi untuk rakaat berikutnya
  • Pada akhir dua rakaat, ucapkan tahiyat dan salam
  • Setiap dua rakaat dihitung sebagai satu kesatuan, dan saling diselingi dengan salam.

c. Sholat Witir Penutup

Tarawih biasanya ditutup dengan sholat Witir, yaitu sholat sunnah akhir malam yang terdiri dari tiga rakaat. Banyak ulama menekankan pentingnya Witir supaya menjadi penutup malam yang baik setelah Tarawih.

Sholat Tarawih dikerjakan setiap malam selama bulan Ramadan setelah sholat Isya’ sampai sebelum sholat Subuh. Waktu terbaiknya sering dianjurkan di awal malam setelah Isya’ karena memberikan kesempatan lebih banyak berkumpul dan beribadah bersama. Namun jika kondisi sulit, umat juga boleh melaksanakan Tarawih di tengah malam atau bahkan di sepertiga malam terakhir sebagaimana dimungkinkan oleh syariat.

Baca juga: Keutamaan Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan: Lengkap dengan Niat dan Bacaan Doanya

Tarawih termasuk sholat sunnah yang masyhurnya berdasarkan riwayat sahabat dan praktik umat Islam sepanjang sejarah meskipun tidak termasuk sholat wajib. Berikut beberapa poin dalil singkatnya:

a. Keutamaan Sholat Malam di Ramadan

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mendirikan sholat malam di bulan Ramadan karena iman dan dengan harapan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Sabda ini diriwayatkan dalam beberapa kitab hadits shahih yang menunjukkan besarnya pahala sholat malam, termasuk Tarawih, di bulan Ramadan.

b. Hadits tentang Tarawih di Masjid

Ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah sholat malam di masjid bersama beberapa sahabat, namun beliau tidak menetapkan secara formal jumlah rakaatnya agar tidak menjadi beban wajib bagi umat. Karena itu, sahabat Umar kemudian mengumpulkan umat untuk sholat Tarawih secara berjamaah setiap malam selama Ramadan.

6. Kesimpulan: Sholat Tarawih dalam Praktik Umat

Sholat Tarawih merupakan salah satu sunnah yang memiliki nilai ibadah tinggi dan sangat identik dengan bulan Ramadan. Ibadah ini bisa dilakukan baik secara berjamaah di masjid maupun secara sendiri di rumah sesuai kondisi masing-masing. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Niat yang tepat di dalam hati saat takbiratul ihram.
  • Bacaan niat yang sesuai status (imam, makmum, atau sendiri).
  • Jumlah rakaat pilihan 8 atau 20 bisa disesuaikan dengan tradisi lokal atau madzhab yang diikuti.
  • Tata cara pelaksanaan mengikuti urutan sholat yang benar.
  • Waktu pelaksanaan dimulai setelah Isya’ hingga Subuh.

Dengan memahami semua aspek tersebut secara benar, ibadah Tarawih tidak hanya menjadi rutinitas Ramadan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU