Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 MARET 2026 • 14:25 WIB

Suasana Malam Takbiran di Bali: Pawai Obor, Tabuh Bedug, dan Hangatnya Toleransi di Pulau Dewata

Suasana Malam Takbiran di Bali: Pawai Obor, Tabuh Bedug, dan Hangatnya Toleransi di Pulau DewataIlustrasi Kemenag Akan Menggelar Pawai Obor Takbiran (Alfian Risfil/berita.rri.co.id)

BALI - Malam takbiran di Bali selalu menghadirkan suasana yang unik penuh toleransi. Di tengah pulau yang dikenal sebagai pusat budaya Hindu di Indonesia, gema takbir dari umat Muslim tetap berkumandang dengan hangat dan penuh kebersamaan. Ketika bulan Ramadhan mencapai ujungnya, berbagai sudut kota di Bali berubah menjadi ruang perayaan sederhana namun sarat makna.

Lampu-lampu jalan mulai menyala, udara malam terasa lebih ramai dari biasanya, dan suara takbir perlahan menggema dari masjid serta mushala. Momen ini menjadi pertanda bahwa Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung jam.

Bagi sebagian orang, malam takbiran bukan hanya perayaan religi, tetapi juga ruang nostalgia yang memunculkan kerinduan terutama bagi para perantau yang merayakan Lebaran jauh dari kampung halaman.

Baca juga: Sambut Bulan Suci Ramadan, Warga Sukadanau Bekasi Gelar Tradisi Pawai Obor

Di beberapa wilayah seperti Denpasar, Badung, hingga Buleleng, gema takbir biasanya mulai terdengar sejak setelah salat Magrib. Umat Muslim berkumpul di masjid, musala, dan halaman kampung untuk mengumandangkan takbir bersama.

Salah satu titik yang kerap ramai adalah kawasan Kampung Jawa di Denpasar Utara. Jalanan di sekitar Masjid Baiturrahmah biasanya dipadati warga yang ingin menyaksikan kemeriahan malam takbiran. Tak hanya warga sekitar, masyarakat dari daerah lain juga ikut datang meramaikan suasana.

Di lokasi tersebut, gema takbir yang bersahut-sahutan menciptakan atmosfer spiritual sekaligus meriah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul bersama, menjadikan malam takbiran sebagai momentum kebersamaan.

Di Bali, tradisi ini juga sering dikemas dengan pendekatan yang sederhana namun tetap penuh makna, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain maupun lalu lintas kota.

Salah satu tradisi yang paling ditunggu saat malam takbiran di Bali adalah pawai obor. Pawai ini biasanya dilakukan oleh warga sekitar masjid dengan rute mengelilingi kampung atau jalan utama.

Di kawasan Kampung Islam Kepaon, Denpasar Selatan, tradisi pawai obor sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri setiap tahunnya. Anak-anak hingga remaja biasanya berjalan bersama membawa obor sambil melantunkan takbir sepanjang perjalanan.

Baca juga: Amalan dan Doa Malam Takbiran Idul Fitri Lengkap yang Bisa Diamalkan

Pawai tersebut sering diiringi dengan tabuhan bedug atau musik tradisional. Menariknya, dalam beberapa kesempatan, iringan gamelan Bali seperti baleganjur juga turut mewarnai kegiatan takbiran. Kolaborasi ini menjadi simbol kuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Pulau Dewata.

Lampu obor yang berderet di sepanjang jalan menciptakan pemandangan yang dramatis. Cahaya api yang bergoyang mengikuti langkah para peserta membuat suasana terasa hangat dan penuh semangat.

Bagi anak-anak, pawai obor bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengalaman yang selalu ditunggu setiap tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Suasana Malam Takbiran di Bali: Pawai Obor, Tabuh Bedug, dan Hangatnya Toleransi di Pulau Dewata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!