Ilustrasi Kawasan Kuliner dan Pasar Takjil di Bali untuk Ngabuburit (Chat GPT)
BALI - Aktivitas “ngabuburit”, yakni menunggu waktu berbuka puasa sambil jalan-jalan ringan atau berburu makanan ringan, menjadi fenomena sosial yang terasa kuat, terutama di kawasan kuliner temporer dan pasar takjil.
Tradisi tersebut bukan hanya soal membeli makanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi lintas budaya, tempat warga lokal dan pendatang bertemu dalam suasana santai menjelang magrib. Di Bali, beberapa titik pasar Ramadhan bahkan sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti. Dari Denpasar hingga Buleleng, kawasan-kawasan ini membuktikan bahwa Ramadhan menghadirkan dinamika unik dalam ekosistem kuliner pulau wisata tersebut.
Kampung Jawa Wanasari Denpasar
Salah satu lokasi yang hampir selalu disebut ketika membicarakan pasar takjil di Bali adalah kawasan Kampung Jawa di Desa Wanasari, Denpasar Utara. Area sekitar Masjid Raya Baiturrahman menjadi magnet utama bagi warga yang ingin ngabuburit. Pasar kuliner Ramadhan di kawasan ini sudah berjalan sejak sekitar 2010 dan terus berkembang menjadi pusat berburu makanan berbuka puasa dengan harga terjangkau.
Baca juga: Pantai di Nabire yang Cocok untuk Ngabuburit
Lapak-lapak yang berjejer di sini menawarkan beragam menu dari minuman segar, jajanan tradisional, hingga hidangan khas seperti sate susu kuliner yang dikenal cukup populer selama Ramadhan. Bukan hanya warga setempat yang datang; pengunjung dari luar lingkungan kampung juga rutin meramaikan suasana menjelang magrib.
Dalam skala yang lebih besar, kawasan Dusun Wanasari juga pernah menampung sekitar 70 lapak makanan dan minuman selama pasar Ramadan berlangsung, dengan rentang harga yang sangat ramah di kantong, mulai dari sekitar Rp1.000 hingga Rp30.000 per bungkus.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar takjil tidak sekadar ruang ekonomi informal, tetapi juga sarana pemenuhan kebutuhan sosial umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan variasi menu yang luas dan harga terjangkau, tempat ini menjadi titik temu budaya kuliner Nusantara di tengah lanskap Bali yang multikultural.
Kampung Sunda Denpasar Barat
Selain Kampung Jawa, kawasan Kampung Sunda di Denpasar Barat juga menjadi alternatif ngabuburit yang semakin populer. Pasar takjil di Gang Marlboro ini dikenal menghadirkan jajanan khas Jawa Barat yang cukup berbeda dibandingkan pasar Ramadan pada umumnya.
Pengunjung bisa menemukan oncom, combro, bakso cuanki, tutut, hingga kue cucur yang menjadi favorit pembeli. Lapak-lapak diisi oleh pelaku UMKM dari komunitas Sunda yang mempertahankan cita rasa otentik daerah asal mereka.
Baca juga: Rekomendasi Spot Ngabuburit Hits di Kendari, Banyak Jajanan Murah
Festival kuliner Ramadhan yang pernah digelar di kawasan ini juga menampilkan menu unik seperti pepes jantung pisang atau tahu Bandung, bahkan bahan baku jajanan tertentu didatangkan langsung dari Jawa Barat demi menjaga kualitas rasa.
Atmosfer di Kampung Sunda cenderung lebih santai dan eksperimental. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk membeli makanan berbuka, tetapi juga sekadar mencicipi menu yang jarang ditemui di Bali. Dengan demikian, tempat ini menjadi simbol pertukaran budaya kuliner antarwilayah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber