Pasar Badung, Pasar Tradisional Terbesar di Bali (23/11) (guswah/beritabali.com).
BALI - Kalau ngomongin pasar tradisional paling rame dan legendaris di Bali, Pasar Badung pasti masuk jajaran top nya. Pasar ini berada di Jalan Gajah Mada, Pusat Kota Denpasar dan dikenal sebagai pasar tradisional terbesar di Pulau Dewata yang buka hampir 24 jam setiap harinya.
Baca juga: Pengawasan Pangan di Enam Pasar Tradisional Jakarta Timur, Semua Aman
Sejarahnya juga nggak main-main nih. Pasar ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan terus berkembang jadi pusat jual beli utama masyarakat Bali dari dulu hingga sekarang. Namanya bahkan ikut nempel di sejarah awal terbentuknya Kota Denpasar ini lho!
Apa aja yang dijual? Hampir semua ada di pasar ini, mulai dari sayur-sayuran, buah, daging, ikan, rempah, kebutuhan harian, sampai kerajinan lokal dan perlengkapan upacara adat yang khas Bali. Selayaknya pasar pada umumnya, kamu bakal lihat ibu-ibu lokal belanja bahan dapur pagi-pagi buta sampai pedagang keren jual snack tradisional atau souvenir Bali yang warna-warni.
Selain jadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, Pasar Badung juga punya peran sosial-budaya besar. Pasar itu bukan sekadar tempat transaksi, tapi tempat orang Bali dari berbagai lapisan berkumpul, ngobrol, tukar cerita, dan jaga tradisi budaya lewat jual beli kebutuhan upacara atau makanan lokal. Tradisi ini beda banget dari mall modern yang serba cepat dan serba digital.
Baca juga: Daftar Pasar Tradisional di Kendari yang Masih Eksis hingga Kini
Tapi ya, di era sekarang pasar tradisional juga punya tantangan. Dengan kehadiran supermarket & e-commerce yang makin nge-gas, banyak pedagang tradisional ngerasa pendapatan belum sesuai harapan meskipun lokasinya strategis banget di pusat kota. Revitalisasi dan digitalisasi jadi salah satu cara biar pasar tetap relevan tanpa ninggalin identitasnya sebagai pusat ekonomi rakyat.
Intinya, Pasar Badung masih tetap jadi ikon tradisi Bali yang hidup, tempat lokal & turis ngerasain vibes asli Bali sambil belanja kebutuhan sehari-hari atau oleh-oleh khas pulau Dewata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber