Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 20:08 WIB

Jatiluwih: Surga Sawah Terasering Bali yang Diakui Dunia dan Wajib Masuk Bucket List!

Jatiluwih: Surga Sawah Terasering Bali yang Diakui Dunia dan Wajib Masuk Bucket List!Terasering Jatiluwih. ( Dok. Pinterest)

BALI - Jika kamu mencari pengalaman wisata yang jauh dari hiruk-pikuk pantai di Bali, Jatiluwih adalah jawabannya. Terletak di Kabupaten Tabanan, sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar, desa ini menyuguhkan pemandangan sawah terasering yang luar biasa indah dan menenangkan.

Baca juga: Pantai Tanpa Keramaian? Yuk, Main ke Pantai Nyang Nyang – Surga Tersembunyi di Uluwatu!

Dengan luas lebih dari 300 hektare, bentangan hijau Jatiluwih dikelola menggunakan sistem irigasi tradisional Bali bernama Subak, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sejak 2012. Keunikan ini bukan hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga memperlihatkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Tahun 2024 lalu, Jatiluwih masuk dalam daftar Best Tourism Villages in the World versi UN Tourism, dan pencapaian ini menjadikannya semakin populer di mata wisatawan internasional.

Wisatawan yang datang bisa menikmati trekking santai di jalur yang sudah disiapkan, menyewa e-bike untuk menjelajahi desa, atau sekadar duduk di kafe lokal dengan latar sawah bertingkat yang begitu fotogenik. Tidak hanya keindahan alam.

Baca juga: “This Is Bali” Ubud: Pengalaman Kuliner Autentik dengan Sentuhan Modern

Jatiluwih juga dikenal sebagai desa yang mulai menerapkan pertanian organik, serta memanfaatkan teknologi modern seperti drone untuk mendukung sistem bercocok tanam yang tetap ramah lingkungan.

Setiap tahun, Jatiluwih juga menggelar Jatiluwih Festival, yang mengangkat tema budaya, pertanian, hingga keberlanjutan lingkungan. Acara ini menjadi momentum bagi wisatawan untuk lebih memahami kehidupan masyarakat Bali yang selaras dengan alam. Tiket masuk ke kawasan ini sangat terjangkau, mulai dari Rp15.000 untuk warga lokal hingga Rp75.000 untuk wisatawan asing.

Baca juga: Pagi Penuh Magi: Jelajahi 3 Spot Sunrise Terindah di Pulau Dewata

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari saat udara masih sejuk atau sore hari menjelang matahari terbenam saat cahaya keemasan menyinari hijaunya sawah dan menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jatiluwih: Surga Sawah Terasering Bali yang Diakui Dunia dan Wajib Masuk Bucket List!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!