Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 14 JULI 2025 • 00:11 WIB

Bali Art Center, Tempat Di Mana Budaya Tak Sekadar Dipajang Tapi Dihidupkan

Bali Art Center, Tempat Di Mana Budaya Tak Sekadar Dipajang Tapi DihidupkanArt Center Bali. (Dok. Istimewa)

BALI - Di Bali, budaya bukan hanya kenangan masa lalu yang disimpan dalam museum atau sekadar pajangan di rak-rak pameran. Budaya di sini hidup, bernapas, dan terus bergerak mengikuti zaman. Salah satu tempat terbaik untuk merasakan denyut nadi kebudayaan itu adalah Bali Art Center, atau yang dikenal juga dengan nama Taman Werdhi Budaya.

Baca juga: Menerbangkan Tradisi di Langit Biru: Serunya Festival Layang-Layang di Pantai Mertasari, Sanur

Terletak di jantung Kota Denpasar, tempat ini bukan sekadar ruang seni, melainkan panggung besar tempat tradisi, kreativitas, dan spiritualitas berpadu dalam harmoni yang mengagumkan.

Sejak pertama kali dibuka pada tahun 1979 atas gagasan visioner Gubernur Bali saat itu, Ida Bagus Mantra, Bali Art Center berdiri sebagai rumah bagi seni pertunjukan, pameran visual, hingga pelatihan seni dan budaya. Di sinilah ratusan karya lukisan, patung, dan kostum tradisional Bali dipamerkan—bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dipelajari, disentuh secara makna, dan dihidupi oleh generasi baru. Kamu bisa menemukan lukisan gaya klasik Kamasan berdampingan dengan karya kontemporer dari seniman muda Bali, atau menyaksikan penabuh gamelan latihan di aula terbuka, diiringi suara anak-anak berlatih tari legong.

Baca juga: Asal Usul Kota Denpasar, Ternyata Berawal dari Sebuah Taman

Momen paling istimewa di Bali Art Center tentu saja saat digelarnya Pesta Kesenian Bali (PKB), festival budaya tahunan yang biasanya berlangsung selama sebulan penuh antara Juni dan Juli. Saat itulah seluruh kompleks hidup sepenuhnya panggung-panggung terisi penari dari pelosok desa, seniman menunjukkan karyanya, dan ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri memadati area taman seni ini. Tapi di luar masa festival pun, Bali Art Center tetap aktif. Ada pertunjukan rutin, pameran musiman, hingga ruang baca dan diskusi budaya yang terbuka untuk umum.

Menariknya, arsitektur Bali Art Center juga tak kalah memesona. Gaya bangunannya khas Bali, lengkap dengan ukiran, candi bentar, dan pura kecil yang membuat suasana terasa sakral namun tetap ramah untuk semua kalangan. Ini membuat pengunjung bukan hanya merasa seperti sedang menonton budaya dari luar, tapi juga masuk ke dalamnya, menyatu, dan menjadi bagian dari cerita itu sendiri.

Baca juga: Pura Agung Jagatnatha, Pura Terbesar Terletak di Titik Sentral Kota Denpasar

Bagi siapa saja yang datang ke Bali bukan hanya untuk bersantai di pantai, tapi juga ingin memahami ruh dari pulau ini—Bali Art Center adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sini, budaya tidak membisu. Ia bersuara, menari, bernyanyi, dan mengajak siapa saja untuk ikut menari bersama waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bali Art Center, Tempat Di Mana Budaya Tak Sekadar Dipajang Tapi Dihidupkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!