Rabu, 17 JUNI 2026 • 09:47 WIB

9 Peserta Badung Ramaikan Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali di PKB 2026

Author

Dua Digembleng Sanggar, 9 Peserta Badung Di Ajang Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali Di Pkb Ke-48. (badungkab.go.id)

BALI - Sebanyak 9 peserta dari Kabupaten Badung ikut ambil bagian dalam Wimbakara (Lomba) Seni Lukis Wayang Klasik Bali yang menjadi rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di Taman Budaya Art Center, Senin (15/6/2026).

Dari total peserta tersebut, hanya 2 orang yang merupakan duta resmi Kabupaten Badung. Keduanya mendapat pembinaan khusus dari Sanggar Krisnarupa di Abianbase. Sementara 7 peserta lainnya berasal dari kategori umum yang mendaftar langsung melalui tautan yang disediakan panitia PKB.

Ketua Sanggar Krisnarupa, Ngurah Alit Kapakisan, menjelaskan bahwa dua peserta duta Badung telah menjalani pembinaan sejak Februari 2026. Mereka berlatih menentukan tema, membuat sketsa, hingga teknik pewarnaan yang disesuaikan dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi.

"Kami sudah berusaha mempersiapkan mereka semaksimal mungkin. Semoga bisa meraih hasil terbaik," ujarnya.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Badung, Made Adi Adnyana, mengatakan pihaknya hanya memberikan dukungan dari sisi anggaran. Sementara pembinaan teknis dan kreativitas sepenuhnya menjadi tanggung jawab sanggar.

Menurut Adi Adnyana, Badung secara resmi hanya mengirim dua peserta sesuai kuota yang diberikan panitia. Tujuh peserta lainnya merupakan peserta umum sehingga tidak masuk dalam program pembinaan Dinas Kebudayaan.

Baca juga: NCC Motorun 2026 Semarakkan Sanur, Padukan Gaya Hidup Sehat, Komunitas, dan Wisata

Sementara itu, Dewan Juri Made Yasana bersama Ni Made Rinu dan Made Bendi Yudha menjelaskan bahwa lomba ini terbuka untuk peserta pria maupun wanita berusia 13 hingga 18 tahun. Setiap kabupaten/kota hanya dapat mengirim maksimal dua duta resmi, sedangkan peserta umum dapat mendaftar secara mandiri. Peserta diwajibkan mengenakan busana adat Bali madya selama lomba berlangsung.

Untuk karya yang dilombakan, peserta harus membuat lukisan wayang klasik Bali yang mengacu pada gaya Kamasan dan tetap relevan dengan tema PKB 2026. Lukisan dibuat di atas kertas ukuran A3 yang disediakan panitia, sedangkan alat gambar dibawa sendiri oleh peserta.

Panitia melarang peserta membawa contoh gambar. Teknik pewarnaan harus menggunakan gradasi warna dan hasil akhir karya tidak boleh dilapisi cat semprot. Waktu pengerjaan diberikan selama tiga jam.

Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yaitu gagasan dan kreativitas, teknik pengerjaan, serta kesesuaian tema dan keutuhan karya.

Made Yasana menegaskan bahwa seni lukis wayang klasik Bali memiliki pakem yang harus dijaga. Menurutnya, meskipun berkembang dari tradisi Kamasan, identitas tokoh wayang tidak boleh diubah.

"Jangan sampai gelung Bima diganti menjadi gelung Kresna. Yang bisa dikembangkan adalah detail busana atau hiasannya, tetapi karakter tokohnya harus tetap sesuai pakem," jelasnya.

Versi ini lebih cocok untuk berita portal online karena lebih ringkas, tidak terlalu banyak pengulangan, dan lebih mudah dipahami pembaca umum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badungkab.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU