Jumat, 13 MARET 2026 • 12:40 WIB

Wakil Wali Kota Denpasar Hadiri Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Budaya Bali Memikat Wisatawan

Author

Wawali Arya Wibawa Hadiri Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi Di Ikuti 20 Ogoh-Ogoh di Wilayah Sanur, Jadi Daya Tarik Wisata Tersendiri (humasdps)

BALI - Semarak menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 terasa kental di kawasan Sanur, Denpasar. Puluhan karya ogoh-ogoh hasil kreativitas generasi muda desa adat setempat tampil dalam Parade Ogoh-OgohSanur Metangi” yang digelar di kawasan Pantai Mertasari, Kamis (12/3) sore.

Parade tersebut dibuka secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dengan penampilan pertama ogoh-ogoh dari Banjar Panti Sanur. Karya tersebut menjadi pembuka dari rangkaian parade yang menampilkan total 20 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi dari berbagai banjar di wilayah Sanur.

Baca juga: Siap-siap, Desa di Sanur Bali Kompak Hadirkan Parade Ogoh-Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi!

Suasana di lokasi acara tampak semarak. Ribuan masyarakat memadati area parade untuk menyaksikan karya seni yang diarak secara bergantian. Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat antusias menyaksikan parade yang menjadi salah satu atraksi budaya khas Bali menjelang Nyepi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang digagas oleh generasi muda Sanur. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh kegiatan tersebut, terutama karena mampu menghidupkan kreativitas sekaligus menjaga tradisi budaya Bali.

Menurut Arya Wibawa, pemerintah kota turut berperan dalam memastikan kegiatan berjalan lancar, termasuk melalui penguatan pengamanan serta penataan lingkungan di sekitar lokasi acara.

Ia menilai festival seperti Sanur Metangi memiliki nilai strategis bagi perkembangan pariwisata daerah. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga berpotensi menarik minat wisatawan yang berkunjung ke kawasan Sanur.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa konsep festival ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka melalui karya seni ogoh-ogoh, sekaligus mempererat hubungan antar pemuda di lingkungan banjar.

Baca juga: Parade Besar HKN Banyuwangi: Puteri Indonesia dan Bupati Ipuk Gaungkan Misi Hidup Sehat

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menjelaskan bahwa parade puncak tahun ini menampilkan 20 ogoh-ogoh yang telah melalui proses seleksi ketat oleh lima juri independen dari luar wilayah Sanur.

Dari total 29 banjar yang ada di Sanur, sebanyak 27 banjar berpartisipasi dalam proses penilaian awal. Setelah melalui seleksi, dipilih 20 banjar terbaik yang berhak tampil dalam parade utama.

Para finalis tersebut berasal dari tiga wilayah administratif, yakni enam banjar dari Desa Dinas Sanur Kaja, enam banjar dari Kelurahan Sanur, serta delapan banjar dari Sanur Kauh yang memiliki jumlah banjar lebih banyak.

Parade ogoh-ogoh dimulai sekitar pukul 16.00 WITA. Setiap peserta diberikan waktu sekitar delapan hingga sepuluh menit untuk menampilkan ogoh-ogoh mereka lengkap dengan iringan baleganjur serta fragmen pertunjukan yang menggambarkan cerita tertentu.

Panitia menerapkan sistem penilaian yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni penilaian ogoh-ogoh dan penilaian penampilan fragmen serta baleganjur. Dengan sistem tersebut, nantinya akan ditetapkan dua kelompok pemenang.

Sebelum parade puncak berlangsung, panitia juga telah menggelar sejumlah kegiatan pendukung. Pada hari sebelumnya, digelar lomba ogoh-ogoh mini dan tapel, serta talkshow mengenai sejarah Sanur yang menghadirkan tokoh-tokoh yang memahami perkembangan kawasan tersebut dari masa lalu hingga menjadi destinasi wisata unggulan.

Menurut Ida Bagus Prajiskana Jisnu, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mengubah pandangan bahwa kompetisi kerap identik dengan konflik. Melalui festival ini, panitia ingin menunjukkan bahwa perlombaan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus mempererat kebersamaan antar banjar.

Baca juga: Borobudur Jadi Saksi Keindahan Modinity Fashion Parade Paling Ikonik di 2026

Panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp50 juta yang akan dibagikan kepada para pemenang dalam berbagai kategori.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Yayasan Pembangunan Sanur. Ketua yayasan tersebut, Ida Bagus Gde Sidharta Putra, menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten mendukung kegiatan sosial, pariwisata, maupun aktivitas kepemudaan di Sanur.

Ia menilai parade ogoh-ogoh memiliki makna penting karena menjadi wadah ekspresi seni sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Dalam proses pembuatan ogoh-ogoh, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan seni patung, tetapi juga memadukannya dengan seni tabuh, tari, karawitan, serta desain kostum dan aksesoris.

Dengan perpaduan berbagai unsur seni tersebut, Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempertegas citra Sanur sebagai kawasan wisata yang tetap menjaga akar tradisi Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU