BALI - Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gianyar kembali diperkuat melalui langkah konkret di lapangan. Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menyalurkan bantuan susu kepada balita sasaran stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan stunting sekaligus optimalisasi belanja daerah untuk intervensi gizi spesifik. Kegiatan pendistribusian tersebut dilaksanakan pada Rabu (25/03).
Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting. Ia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gianyar menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar pembagian susu, melainkan bagian dari strategi intervensi gizi yang terukur dan terarah.
Menurutnya, pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan serta rekomendasi dokter ahli gizi. Dengan demikian, setiap balita penerima benar-benar telah melalui proses identifikasi kebutuhan gizi secara medis. Langkah ini penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing anak.
Pada tahap awal, sebanyak 115 balita yang teridentifikasi sebagai sasaran stunting menerima bantuan tersebut. Mereka tersebar di sejumlah desa di beberapa kecamatan, yakni Desa Singakerta di Kecamatan Ubud, Desa Puhu dan Desa Kelusa di Kecamatan Payangan, Desa Taro dan Desa Kedisan di Kecamatan Tegallalang, serta Desa Pejeng Kaja dan Desa Manukaya di Kecamatan Tampaksiring. Seluruh balita yang menerima bantuan telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan membutuhkan tambahan asupan susu selama enam bulan ke depan.
Surya Adnyani juga menyampaikan apresiasinya terhadap capaian penurunan angka stunting secara nasional yang berhasil menempati posisi terbaik kedua. Tren penurunan yang menunjukkan angka 4,5 persen dinilai sebagai hasil dari kerja bersama berbagai pihak. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara perangkat daerah, kader PKK, serta kader Posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat hingga tingkat desa.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan layanan dasar kesehatan masyarakat. Melalui Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara rutin, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar kepala, hingga pemberian edukasi gizi kepada ibu hamil, bayi, dan balita. Menurutnya, penguatan peran kader menjadi kunci agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat.
Baca juga: Peran Orang Terdekat Kunci Tekan Angka Stunting di Jawa Timur
Dengan pendistribusian susu ini, diharapkan kebutuhan gizi balita sasaran dapat terpenuhi secara optimal sehingga mendukung pertumbuhan yang sehat. Pemerintah Kabupaten Gianyar pun optimistis, melalui intervensi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, angka stunting di daerah tersebut dapat ditekan lebih cepat dan signifikan dalam waktu mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gianyarkab.go.id