BALI - Mengawali langkah pemerintahan di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Karangasem memilih start dengan cara yang sarat makna spiritual. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, jajaran kepala perangkat daerah, sekretaris, hingga sejumlah staf Pemkab Karangasem melaksanakan Persembahyangan Pengerastiti Jagat di kawasan Pura Agung Besakih, Selasa (13/1).
Baca juga: Khidmat dan Bermakna, Refleksi Akhir Tahun 2025 Jadi Titik Awal Jembrana Menyongsong 2026
Persembahyangan ini menjadi simbol awal perjalanan roda pemerintahan Karangasem di tahun baru, sekaligus bentuk permohonan doa agar seluruh program dan kebijakan yang dijalankan ke depan berjalan lancar, harmonis, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian persembahyangan dilaksanakan secara berurutan di beberapa pura utama yang berada di kawasan suci Besakih. Dimulai dari Pura Manik Mas Besakih, kemudian berlanjut ke Pura Peninjoan Besakih, Pura Ratu Bagus Penyarikan Besakih, hingga puncaknya di Pura Penataran Agung Besakih. Seluruh prosesi berlangsung khidmat dan tertib, dengan suasana penuh kekhusyukan.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa Persembahyangan Pengerastiti Jagat bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk menata niat dan komitmen moral seluruh jajaran pemerintahan. Menurutnya, landasan spiritual sangat dibutuhkan agar kebijakan dan keputusan yang diambil selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Baca juga: Awal Tahun Penuh Cinta: Pemkot Jakarta Timur dan PT Antam "Peluk" 300 Anak Hebat di Duren Sawit
Melalui persembahyangan ini, pihaknya memohon tuntunan dan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar pelaksanaan tugas pemerintahan di Kabupaten Karangasem sepanjang tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, penuh keharmonisan, serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan program kerja, tetapi juga tentang keseimbangan antara nilai spiritual, etika, dan pengabdian. Dengan bekal doa dan kebersamaan, pemerintah daerah diharapkan mampu menjalankan tugas secara amanah dan berintegritas.
Baca juga: Turun Langsung Awal Tahun 2026, Forkopimda Lumajang Pantau Destinasi Wisata dan Keamanan
Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung kelancaran kegiatan ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem atas dukungan petugas pengenter pemuspaan, serta kepada para pengempon pura dan pemangku di kawasan Pura Manik Mas Besakih, Pura Peninjoan Besakih, Pura Ratu Bagus Penyarikan, dan Pura Penataran Agung Besakih.
Berkat sinergi semua pihak, rangkaian persembahyangan dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan. Melalui Persembahyangan Pengerastiti Jagat ini, Pemkab Karangasem berharap seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat senantiasa dianugerahi kedamaian, keselamatan, serta semangat kebersamaan.
Nilai-nilai spiritual ini diharapkan menjadi energi positif dalam mewujudkan Karangasem yang semakin agung, harmonis, dan berdaya saing di tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Karangasem