Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 10:15 WIB

Dari Linjong untuk Bali, Hutan Adat Giri Upawana Jadi Model Wisata Hijau

Dari Linjong untuk Bali, Hutan Adat Giri Upawana Jadi Model Wisata HijauWujudkan "Langkah Kecil Dampak Besar", Bupati Bangli Resmikan Hutan Adat Giri Upawana di Banjar Linjong (adm bangli)

BALI - Komitmen menjaga alam Bali kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bangli. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bersama Wakil Bupati I Wayan Diar, secara resmi memulai pembangunan Hutan Adat “Giri Upawana” di Banjar Linjong, Desa Tiga, Sabtu (21/2/2026). Peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda gerakan kolektif menjaga kawasan hulu demi kelestarian ekosistem dan sumber air Bali.

Mengusung semangat LangkahKecilDampakBesar, kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman bibit pohon langka secara simbolis oleh Bupati bersama Ny. Sariasih Sedana Arta. Turut hadir Ketua DPRD Bangli, Sekda, jajaran Forkopimda, tokoh adat, hingga pegiat lingkungan. Kebersamaan lintas unsur ini memperlihatkan bahwa urusan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama.

Baca juga: Before-After Keindahan Alam Hijau Danau Toba Lenyap Akibat Kebakaran Hutan

Nama Giri Upawana diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “hutan pegunungan”. Maknanya sejalan dengan visi kawasan ini sebagai sabuk hijau yang menjaga keseimbangan alam di wilayah perbukitan Bangli. Ke depan, hutan adat ini diproyeksikan menjadi paru-paru baru daerah sekaligus ruang konservasi flora lokal, termasuk tanaman yang memiliki nilai sakral dan kerap digunakan dalam upacara keagamaan umat Hindu di Bali.

Dalam sambutannya, Sedana Arta menekankan pentingnya menjadikan Linjong sebagai desa wisata berbasis komunitas. Ia menyebut, masyarakat harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan agar manfaat ekonomi benar-benar kembali ke warga. Namun, ia mengingatkan, pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan hutan adat maupun tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Menurutnya, potensi Linjong sangat menjanjikan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan investasi yang bertanggung jawab, desa ini diyakini mampu tumbuh sebagai destinasi berkelanjutan. Konsepnya jelas: konservasi berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. “Kalau alam dijaga, kesejahteraan akan mengikuti,” kira-kira begitu optimisme yang disampaikan orang nomor satu di Bangli tersebut.

Hal senada disampaikan Ketua Pokdarwis Kencana Loka Desa Adat Linjong, Made Win. Ia menuturkan bahwa kekuatan utama pembangunan desa wisata terletak pada gotong royong warga. Dari total lahan 98 are yang tersedia, sekitar 70 are akan difungsikan sebagai hutan adat. Area ini akan ditanami berbagai pohon endemik serta tanaman upakara, sekaligus dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis edukasi lingkungan.

Pihaknya berkomitmen melibatkan seluruh krama Banjar Linjong dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan tersebut. Dengan begitu, dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan secara merata. Bukan hanya segelintir pihak yang menikmati, melainkan seluruh masyarakat desa.

Konsep Wana Kerthi menjadi fondasi pengembangan Giri Upawana. Dalam filosofi ini, hutan dipandang sebagai ruang suci yang harus dihormati dan dijaga keseimbangannya. Artinya, pemanfaatan kawasan tetap memperhatikan aspek spiritual, ekologis, dan sosial.

Pemerintah Kabupaten Bangli berharap Giri Upawana bisa menjadi contoh bagi desa lain untuk mengelola lahan secara produktif tanpa merusak lingkungan. Selain memperkuat ketahanan air di wilayah hulu, kawasan ini juga diharapkan menjadi laboratorium alam bagi generasi muda untuk belajar tentang keanekaragaman hayati.

Baca juga: Asal-Usul Nama 8 Kecamatan di Jakarta Barat: Dari Hutan Liar hingga Jejak Kolonial yang Mengejutkan

Langkah yang mungkin terlihat sederhana ini sejatinya menyimpan visi jangka panjang. Dari Linjong, Bangli menunjukkan bahwa pembangunan tak selalu identik dengan beton dan aspal. Kadang, masa depan justru ditanam dalam bentuk pohon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bangli

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Linjong untuk Bali, Hutan Adat Giri Upawana Jadi Model Wisata Hijau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!