Selasa, 21 JULI 2026 • 09:33 WIB

5 Tradisi Unik di Bali yang Masih Dilestarikan hingga Kini

Author

Tradisi Omed-Omedan di Bali (dini daniswari/kompas.com)

BALI - Pulau Bali bukan cuma dikenal karena keindahan alam dan pantainya, tapi juga memiliki banyak tradisi unik yang masih dijaga sampai sekarang. Setiap daerah punya cara sendiri dalam menjalankan adat dan kepercayaan yang sudah diwariskan turun-temurun. Mulai dari tradisi pemakaman hingga ritual yang melibatkan perang pandan, berikut beberapa tradisi unik di Bali yang menarik untuk diketahui.

1. Mekotek

Tradisi Mekotek. (sita.badungkab.go.id)

Tradisi Mekotek berasal dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Tradisi ini digelar setiap 210 hari sekali, tepat saat Hari Raya Kuningan. Warga membawa tongkat kayu Pulet yang kemudian disatukan hingga membentuk seperti kerucut. Nama Mekotek sendiri berasal dari bunyi “tek, tek” saat tongkat-tongkat tersebut saling berbenturan. Tradisi ini dilakukan untuk menolak bala dan memohon keselamatan.

2. Omed-omedan

Tradisi Omed-Omedan di Bali (dini daniswari/kompas.com)

Omed-omedan adalah tradisi yang digelar setiap tahun setelah Hari Raya Nyepi di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar Selatan. Tradisi ini diikuti oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah. Dalam prosesi tersebut, mereka saling tarik-menarik dan terkadang berciuman sebagai bentuk kegembiraan setelah menjalani Nyepi. Meski terlihat unik, Omed-omedan juga memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat.

3. Pemakaman Desa Trunyan

Pintu gerbang menuju Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (I Putu Mardika/baliexpress.com)

Desa Trunyan di Kintamani, Bangli, memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari daerah lain di Bali. Jenazah tidak dikubur atau dikremasi, tetapi diletakkan di atas tanah dan hanya dilindungi pagar bambu. Uniknya, jenazah tersebut dipercaya tidak mengeluarkan bau menyengat karena berada di sekitar pohon Taru Menyan. Setelah menjadi tulang belulang, sisa jasad kemudian dipindahkan ke tempat khusus.

4. Mekare-kare

Mekare-kare, ritual unik perang pandan di Bali. (tourism.karangasemkab.go.id)

Mekare-kare atau Perang Pandan merupakan tradisi khas Desa Tenganan, Karangasem. Dalam tradisi ini, dua orang peserta saling berhadapan dan bertarung menggunakan daun pandan berduri. Tradisi ini biasanya digelar saat rangkaian Ngusaba Sambah dan dilakukan untuk menghormati Dewa Indra, yang dipercaya sebagai dewa perang oleh masyarakat Tenganan.

5. Ngerebong

Tradisi Ngrebong. (www.kesimanpetilan.denpasarkota.go.id)

Tradisi Ngerebong digelar di Desa Kesiman, Denpasar, setiap enam bulan sekali. Warga berkumpul di Pura Pengrebongan sambil mengarak Barong dan Rangda sebanyak tiga kali dengan iringan gamelan baleganjur. Dalam prosesi ini, beberapa warga juga mengalami trance dan melakukan aksi ekstrem tanpa terluka. Tradisi Ngerebong menjadi salah satu budaya unik yang menarik perhatian wisatawan.

Itulah lima tradisi unik yang ada di Bali. Kalau kamu lagi berkunjung ke Pulau Dewata bisa melihat secara langsung deretan tradisi tersebut. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fastboatbaligilitrawangan.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU