Senin, 06 JULI 2026 • 10:18 WIB

Festival Layang-Layang Bali Kembali Sukses Digelar di Pantai Mertasari

Author

Festival layang-layang Bali. (badungkab.go.id)

BALI - Festival layang-layang tradisional Bali kembali digelar lewat SPB Fest IV di Pantai Mertasari, Denpasar, pada 4 - 5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berkumpulnya komunitas layang-layang atau rare angon dari berbagai wilayah di Bali.

Digelar oleh Sekha Pelayang Badung (SPB), festival ini menjadi bentuk kecintaan terhadap layang-layang tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari budaya Bali. Tahun ini, SPB Fest IV diikuti sekitar 1.200 layang-layang dengan berbagai jenis, bentuk, dan ukuran.

Ketua Sekha Pelayang Badung, I Gusti Agung Andra Sanjaya atau Gung Andra, mengatakan SPB telah berdiri sejak 2023. Komunitas ini beranggotakan pelayang dari Badung Utara hingga Badung Selatan.

Menurut Gung Andra, antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa layang-layang tradisional Bali masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat, terutama di kalangan komunitas dan generasi muda.

“Setiap tahun antusiasme peserta terus meningkat,” ujar Gung Andra.

Baca juga: Pesona Barong Ket Bangli Curi Perhatian di Pesta Kesenian Bali 2026, Generasi Muda Tampil Penuh Taksu

Ia berharap SPB Fest IV tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi cara untuk mengajak anak muda ikut menjaga dan melestarikan budaya layang-layang tradisional Bali.

“Kami berharap generasi muda Bali tetap eling terhadap pentingnya melestarikan layang-layang tradisional Bali,” katanya.

Ketua Panitia SPB Fest IV, I Wayan Hendra, menjelaskan bahwa festival tahun ini mempertandingkan berbagai kategori. Beberapa di antaranya Pecukan Remaja, Bebean Remaja, Janggan Buntut Remaja, Bebean Size, Janggan Medium, Janggan Buntut Dewasa, Bebean Dewasa, Pecukan Dewasa, Janggan Buntut Big Size, dan Cotekan.

Penilaian dalam lomba tetap mengacu pada pakem layang-layang tradisional Bali. Unsur yang dinilai meliputi suara guangan, elogan, hingga keharmonisan layangan saat mengudara.

“Semoga ke depan peserta yang ikut semakin banyak dan antusiasme terhadap kegiatan Sekha Pelayang Badung terus meningkat,” ujar Hendra.

Baca juga: Dukung Pembangunan Berbasis Masyarakat, Pemkab Jembrana Salurkan Hibah ke 107 Kelompok

SPB Fest IV juga mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir dalam pembukaan festival. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya Bali.

Menurutnya, lomba layang-layang seperti SPB Fest IV bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga tentang merawat tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat Bali.

“Kita bukan hanya sekadar mengejar juara, tetapi di balik kegiatan ini ada semangat pelestarian budaya. Layang-layang menjadi salah satu pesona pariwisata di Badung dan Bali,” ujarnya.

Pembukaan SPB Fest IV turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan komunitas, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Badung sekaligus pembina Sekha Pelayang Badung I Gusti Anom Gumanti, Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Yudana, Ketua Pelangi Denpasar, perwakilan Desa Intaran, Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, serta para peserta dan panitia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung juga menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp50 juta untuk mendukung kegiatan Sekha Pelayang Badung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badungkab.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU