Busana Majapahit Tampil Lebih Modern, Ajang Fashion di Tabanan Buktikan Budaya Tetap Relevan
BALI - Semangat melestarikan budaya dikemas dengan sentuhan gaya modern dalam Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian yang digelar di Museum Majapahit Tanah Lot, Tabanan, Sabtu (20/6). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno 2026 ini sukses menarik perhatian masyarakat dengan menampilkan karya-karya busana yang memadukan nilai sejarah dan tren fesyen masa kini.
Ajang yang memperebutkan Piala Ibu Bupati Tabanan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai. Sebanyak 62 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga kategori umum, turut menunjukkan kreativitas mereka dalam menginterpretasikan busana bernuansa Majapahit dengan pendekatan yang lebih modern dan kekinian.
Baca juga: Blooming Ramadan, Gamis Bini Orang, hingga Busana Kuning Mentega Ramaikan Tren Lebaran 2026
Tidak hanya menjadi kompetisi fesyen, acara ini juga membawa pesan bahwa warisan budaya dapat terus hidup apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan Wakil Bupati I Made Dirga, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjadi media edukasi sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.
Menurutnya, perpaduan antara nilai sejarah dengan inovasi desain menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin percaya diri untuk mengenal sekaligus mencintai warisan budaya bangsa.
Bunda Rai juga mengingatkan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan hanya serangkaian kegiatan seremonial. Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk terus mengingat jasa para pendiri bangsa dan menjadikan sejarah sebagai inspirasi dalam membangun masa depan.
Baca juga: Barista Tanpa Busana, Sajikan Kopi Saat Ramadan Tiba! Pelanggannya Para Artis dan Menteri
Selain itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan Museum Majapahit sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Menurutnya, museum tidak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi tempat untuk memahami perjalanan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan kreatif.
Sementara itu, Direktur Utama Museum Majapahit, I Gusti Made Suryantha Putra, menyampaikan bahwa semangat Kerajaan Majapahit memiliki keterkaitan erat dengan gagasan Tri Sakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Melalui konsep tersebut, museum ingin menjadi ruang yang menghubungkan nilai-nilai sejarah dengan kehidupan masyarakat modern.
Di balik gemerlap peragaan busana, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi para perancang busana, pelaku seni, hingga pengrajin lokal yang turut berkontribusi menciptakan karya-karya bernilai budaya. Dengan pendekatan yang lebih segar dan dekat dengan generasi muda, warisan Majapahit tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga hadir sebagai inspirasi dalam dunia fesyen dan gaya hidup masa kini.
Baca juga: Bikin Haru, Cara Kreatif Ayah Hargai Karya Gambar Putrinya Tuai Pujian
Ajang ini sekaligus membuktikan bahwa ketika tradisi dipadukan dengan kreativitas, budaya Indonesia mampu tampil lebih menarik tanpa kehilangan jati dirinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab