Rabu, 17 JUNI 2026 • 13:35 WIB

Uji Adrenalin di Langit Bali, Berikut 5 Tempat Paralayang yang Ramai Dikunjungi Wisatawan

Author

Ilustrasi - Paragliding Bali: Arti, Tandem, dan Cara Pilih Spot (water-sport-bali.com)

BALI - Bali selama ini dikenal sebagai surga wisata pantai, budaya, dan kuliner. Namun di balik pesona tersebut, Pulau Dewata juga menyimpan pengalaman wisata yang mampu memacu adrenalin sekaligus menyuguhkan panorama luar biasa dari udara. Salah satu aktivitas yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara adalah paralayang dan gantole.

Dari ketinggian ratusan meter, wisatawan dapat menyaksikan hamparan laut biru, tebing-tebing eksotis, hingga perbukitan hijau yang menjadi ciri khas Bali. Meski tergolong olahraga udara ekstrem, aktivitas ini kini dapat dinikmati pemula melalui penerbangan tandem bersama instruktur profesional yang telah memiliki sertifikasi.

Dengan prosedur keselamatan yang ketat dan peralatan berstandar internasional, wisata paralayang maupun gantole di Bali menjadi pilihan menarik bagi pencari pengalaman berbeda saat berlibur.

Baca juga: Wanita Ini Kehilangan Kacamatanya saat Paralayang, Tapi Mendadak Kembali Secara Ajaib

Lokasi Paralayang Terbaik di Bali dan Alamat Lengkapnya

1. Pantai Timbis, Kutuh

Pantai Timbis merupakan lokasi paralayang paling terkenal di Bali. Spot ini berada di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Dari udara, wisatawan dapat melihat Pantai Pandawa, garis pantai Bali Selatan, hingga panorama matahari terbenam yang indah. Lokasi ini juga dikenal sebagai salah satu tempat paralayang paling aman dan ramah bagi pemula. Pantai Timbis, Jalan Pura Melang Kelod, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80363.

2. Gunung Payung, Kutuh

Lokasi ini tidak jauh dari Pantai Timbis. Gunung Payung menawarkan pemandangan tebing kapur, laut biru, dan kawasan Pantai Pandawa dari ketinggian. Banyak wisatawan memilih lokasi ini karena suasananya lebih tenang dan cocok untuk menikmati penerbangan saat sore hari. Gunung Payung, Jl. Gunung Payung, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

3. Bukit Riug, Sawangan

Baca juga: Turis Korea Kegep Paralayang di Gunung Bromo, Kejadiannya Ternyata 2 Bulan Lalu

Bukit Riug menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan yang ingin mencoba paralayang tandem. Area lepas landas dan pendaratannya cukup luas sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi peserta pemula. Dari udara, wisatawan dapat menikmati panorama pesisir Nusa Dua dan laut selatan Bali yang membentang luas. Bukit Riug, Jl. Villa The Shanti, Br. Sawangan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

4. Pantai Nyang Nyang, Uluwatu

Pantai Nyang Nyang dikenal sebagai salah satu pantai tersembunyi dengan panorama tebing yang dramatis. Saat terbang dari kawasan ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan laut lepas, tebing hijau, dan garis pantai yang masih alami. Lokasi ini cukup populer di kalangan pilot paralayang berpengalaman karena menawarkan pengalaman terbang yang menantang. Pantai Nyang Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

5. Kawasan Nusa Dua

Kawasan Nusa Dua menjadi salah satu area terbaik untuk menikmati wisata udara di Bali. Beberapa titik lepas landas berada di sekitar tebing yang menghadap laut. Dari atas, wisatawan dapat melihat hotel-hotel mewah, pantai berpasir putih, dan perairan biru yang menjadi ikon kawasan ini. Nusa Dua juga sering menjadi pilihan wisatawan mancanegara yang ingin mencoba paralayang untuk pertama kali. Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Baca juga: Festival Balon Udara Sumberdalem 2026 Meriah, Langit Wonosobo Penuh Warna

Berapa Harga Paralayang di Bali?

Sebagian besar operator menawarkan penerbangan tandem bersama instruktur berlisensi. Harga yang ditawarkan umumnya berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1,9 juta per orang, tergantung durasi terbang dan fasilitas yang diberikan. Paket biasanya sudah mencakup peralatan keselamatan, briefing, dokumentasi foto atau video, serta asuransi.

Siapa yang Boleh Terbang?

Untuk alasan keselamatan, peserta biasanya harus memenuhi syarat berikut:

Baca juga: Menikmati Keindahan Kebun Teh Sikatok dengan Gondola di Wonosobo

  • Usia minimal sekitar 10 tahun.
  • Berat badan ideal sekitar 25–100 kilogram.
  • Tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan kesehatan serius.
  • Wajib mengikuti arahan pilot selama penerbangan berlangsung.

Waktu Terbaik untuk Terbang

Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu paling ideal untuk menikmati paralayang di Bali. Pada periode tersebut, kondisi angin lebih stabil dan cuaca cenderung cerah sehingga penerbangan lebih aman dan nyaman.

Baca juga: Viral! Up at Thamrin Nine Wahana Ekstrem di Gedung Tertinggi Indonesia View Jakarta 360° Bikin Jantung Mau Copot

Bagi pencinta wisata pemacu adrenalin, Pantai Timbis, Gunung Payung, Bukit Riug, Pantai Nyang Nyang, dan kawasan Nusa Dua merupakan lima spot paralayang terbaik di Bali. Selain menawarkan sensasi terbang yang menegangkan, setiap lokasi menyuguhkan panorama alam yang berbeda-beda. Dengan didampingi instruktur profesional dan memperhatikan kondisi cuaca, pengalaman melayang di langit Bali akan menjadi salah satu momen liburan yang sulit dilupakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU