Rabu, 17 JUNI 2026 • 10:35 WIB

Sang Jaratkaru Buleleng Memukau PKB 2026, Kolaborasi Budaya yang Curi Perhatian Ribuan Penonton

Author

Buleleng Memikat Perhatian Lewat Penampilan “Sang Jaratkaru” pada Peed Aya PKB XLVIII 2026 (adm buleleng)

BALI - Panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali menjadi ruang perayaan budaya yang penuh warna. Ribuan pasang mata yang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Renon, Denpasar, Sabtu (13/6), dibuat terpukau oleh penampilan Duta Kabupaten Buleleng yang membawakan garapan kolosal bertajuk “Sang Jaratkaru”.

Ajang budaya tahunan yang resmi dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, itu menghadirkan berbagai atraksi seni dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Di antara deretan peserta pawai budaya, penampilan Buleleng sukses mencuri perhatian berkat konsep pertunjukan yang memadukan nilai tradisi, spiritualitas, dan semangat kebersamaan masyarakat Bali Utara.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Masjid Menara Kudus, Simbol Akulturasi Budaya dan Toleransi

Mengusung identitas Singa Ambara Raja, Buleleng menyajikan sebuah kisah artistik yang menggambarkan karakter kuat daerah berjuluk Bumi Panji Sakti tersebut. Pertunjukan dikemas melalui tema “Sang Jaratkaru”, sebuah garapan yang sarat pesan tentang bakti kepada leluhur, kekuatan spiritual, serta pentingnya menjaga keharmonisan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Parade budaya Buleleng dibuka dengan barisan pembawa identitas daerah yang mengenakan busana khas Bali Utara tempo dulu. Penampilan semakin menarik ketika Jegeg Bagus Buleleng tampil anggun mengenakan Payasan Roko-Roko yang dipadukan dengan sentuhan kain tenun Endek khas Buleleng, menghadirkan nuansa tradisi yang elegan namun tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Suasana semakin semarak saat puluhan penari Tari Kembang Deeng memasuki arena pawai. Gerakan mereka yang kompak berpadu dengan alunan Gamelan Angklung Saih Pitu, salah satu warisan musik tradisional Bali yang memiliki karakter unik dengan tujuh nada. Perpaduan tersebut menciptakan pengalaman visual dan musikal yang memikat para penonton.

Baca juga: Program Seni dan Sejarah “Rebahan di Stovia” Digelar dalam Rangka Harkitnas 2026 di Museum Kebangkitan Nasional

Tidak hanya menampilkan keindahan seni tari, Buleleng juga menghadirkan unsur sakral melalui iring-iringan Uperengga yang membawa simbol-simbol spiritual, termasuk kober dan perlengkapan adat lainnya. Nuansa heroik semakin terasa lewat penampilan Tari Baris Sura Atma yang menggambarkan keberanian serta pengabdian kepada nilai-nilai luhur leluhur.

Puncak pertunjukan hadir melalui kolaborasi unik antara Tari Baris Sura Atma dan kesenian Burdah Pegayaman. Perpaduan dua tradisi budaya yang berbeda tersebut menjadi simbol nyata semangat menyama braya atau persaudaraan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Buleleng. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan yang memperkaya identitas budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, mengapresiasi seluruh seniman dan tim pendukung yang telah memberikan penampilan terbaik pada PKB tahun ini. Menurutnya, keikutsertaan Buleleng dalam ajang tersebut bukan sekadar tampil di panggung budaya, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan seni Bali Utara kepada khalayak yang lebih luas.

Baca juga: Viral Tradisi Kapi Parasi di Turki, Uang Pintu yang Harus Dibayar Pengantin Pria

Kebanggaan juga dirasakan para pelaku seni yang terlibat langsung dalam pawai. Salah satunya Linda, penari yang untuk pertama kalinya tampil di PKB. Ia mengaku bahagia dapat mewakili daerahnya dalam ajang seni bergengsi tersebut dan berharap budaya Buleleng semakin dikenal serta terus diwariskan kepada generasi muda.

Melalui “Sang Jaratkaru”, Buleleng tidak hanya menyuguhkan tontonan yang memukau, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam tentang persatuan, penghormatan terhadap leluhur, dan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Sebuah penampilan yang membuktikan bahwa budaya Bali Utara tetap hidup, berkembang, dan mampu memikat hati siapa saja yang menyaksikannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU