Sabtu, 06 JUNI 2026 • 13:40 WIB

Tempat Menyumbang Baju Bekas di Bali yang Bisa Bantu Sesama dan Kurangi Limbah

Author

Ilustrasi Donasi Barang Bekas Layak Pakai (AI)

BALI - Menumpuknya pakaian bekas di lemari sering kali membuat banyak orang bingung. Di satu sisi pakaian tersebut masih bagus dan layak dipakai, tetapi di sisi lain sudah jarang digunakan. Tidak sedikit akhirnya memilih membuang baju lama begitu saja, padahal pakaian tersebut masih bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Kebiasaan membeli pakaian baru tanpa mengelola pakaian lama menjadi salah satu penyumbang limbah tekstil. Banyak pakaian berakhir di tempat pembuangan akhir meski sebenarnya masih layak digunakan.

Baca juga: Bisa Nego Sampai Jadi! Ini Tips Berburu Baju Murah di Sentra Loak Angsoduo Jambi

Karena itu, mendonasikan baju bekas menjadi solusi sederhana namun berdampak besar. Selain membantu masyarakat kurang mampu, pakaian yang disumbangkan juga bisa mengurangi sampah rumah tangga.

Beberapa lembaga sosial di Bali bahkan memiliki program khusus pengelolaan barang bekas layak pakai. Ada yang langsung menyalurkannya kepada anak-anak panti asuhan, keluarga kurang mampu, hingga menjualnya kembali untuk mendukung program sosial dan kesehatan.

1. Yayasan Senyum Bali

Salah satu tempat yang cukup dikenal menerima donasi pakaian bekas adalah Yayasan Senyum Bali. Yayasan ini memiliki program bernama Smile Shop atau Toko Senyum yang menerima berbagai barang bekas layak pakai seperti pakaian, sepatu, buku, hingga permainan anak.

Barang-barang tersebut nantinya dijual kembali dan hasil penjualannya digunakan untuk mendukung program bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Bali dan Indonesia Timur.

Yayasan ini memiliki lokasi toko di kawasan Sanur, Denpasar dan Nyuh Kuning, Ubud. Masyarakat bisa langsung mengantar donasi pakaian ke lokasi toko pada jam operasional.

Baca juga: Tips Pakai Baju Berlapis saat Musim Panas agar Tetap Adem dan Nyaman

2. Panti Asuhan Hindu Sunya Giri

Panti asuhan ini berada di Denpasar dan fokus membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain donasi pendidikan dan kebutuhan pokok, masyarakat juga bisa menyalurkan pakaian layak pakai untuk anak-anak asuh di sana.

Panti Asuhan Sunya Giri sudah berdiri sejak tahun 2001 dan menampung anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Donasi pakaian sangat membantu kebutuhan sehari-hari para penghuni panti.

Jenis donasi yang biasanya dibutuhkan Seragam sekolah, Pakaian anak dan remaja, Jaket, Sandal dan sepatu sekolah. Sebelum mengirimkan donasi, masyarakat disarankan menghubungi pihak yayasan terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan yang sedang diperlukan.

3. Panti Asuhan Elisama

Panti Asuhan Elisama yang berada di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan juga menjadi salah satu tempat penyaluran bantuan pakaian layak pakai. Panti ini merawat anak-anak yatim piatu dan anak terlantar di Bali. Gang Dara No. 2, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali

Selain pakaian, panti asuhan ini juga menerima Perlengkapan sekolah, Mainan anak, Sembako, Selimut dan perlengkapan tidur. Masyarakat dapat menghubungi pengurus terlebih dahulu sebelum datang mengantar donasi agar proses penyaluran lebih tertata.

4. Yayasan Dharma Jati

Baca juga: Viral di Tiktok, Kakek Penjual Keripik yang Kena Gas Air Mata Dapat Donasi dari Netizen

Yayasan Dharma Jati di kawasan Penatih, Denpasar juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berbagi pakaian bekas layak pakai. Yayasan ini bergerak di bidang pengasuhan dan pendidikan anak-anak yatim maupun kurang mampu.

Donasi pakaian biasanya akan langsung dibagikan kepada anak-anak asuh dan keluarga yang membutuhkan bantuan sosial. Jenis pakaian yang disarankan Pakaian harian bersih, Pakaian anak sekolah, Pakaian dewasa sederhana, Jaket dan pakaian hangat. Informasi lengkap yayasan tersedia melalui Yayasan Dharma Jati.

Tips Sebelum Mendonasikan Baju

Sebelum menyumbang pakaian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Pakaian Cepat Kusam dan Melar? Hindari Kebiasaan Ini saat Mencuci

1. Pastikan Masih Layak Pakai. Jangan menyumbangkan pakaian yang:

  • Sobek parah
  • Bernoda
  • Bau apek
  • Rusak berat

Sebaiknya pakaian dicuci terlebih dahulu sebelum dikirim.

2. Pisahkan Jenis Pakaian. Pisahkan pakaian berdasarkan kategori:

Baca juga: DKI Jakarta Dukung Larangan Penjualan Pakaian Bekas Impor

  • Anak-anak
  • Dewasa pria
  • Dewasa wanita
  • Seragam sekolah

Cara ini memudahkan proses penyaluran.

3. Gunakan Kemasan yang Rapi. Masukkan pakaian ke dalam kantong atau kardus bersih agar lebih mudah dibawa dan disimpan.

4. Hubungi Tempat Donasi Terlebih Dahulu. Tidak semua yayasan selalu menerima pakaian setiap hari. Karena itu, lebih baik menghubungi pihak penerima terlebih dahulu.

Baca juga: Ragam Pakaian Adat Maluku: Filosofi Baju Cele hingga Keanggunan Kebaya Dansa

Kegiatan berbagi pakaian sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar bagi penerima. Satu jaket bekas yang masih bagus bisa membantu anak-anak tetap hangat saat musim hujan. Seragam sekolah bekas yang masih layak pun dapat meringankan beban keluarga kurang mampu.

Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu kaya untuk membantu sesama. Mulai dari membersihkan lemari dan memilih pakaian yang masih layak pakai sudah menjadi langkah kecil yang berarti.

Baca juga: PNM Salurkan Pakaian Hasil RE3 For-E untuk Disabilitas dan Lansia

Selain membuat rumah lebih rapi, donasi pakaian juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan minim sampah.

Di Bali sendiri, keberadaan yayasan sosial dan komunitas peduli lingkungan menjadi jembatan penting agar pakaian bekas tidak berakhir sia-sia di tempat sampah, melainkan kembali memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU