Rabu, 08 APRIL 2026 • 09:49 WIB

Eksplor Gunung Kawi Tampaksiring, Tujuan Wisata Bali yang Jangan Sampai Terlewatkan

Author

Gunung Tampaksiring. (Diparda Kab. Gianyar)

BALI - Bali enggak hanya soal pantai. Ada banyak tempat yang bisa kamu eksplor. Salah satu tempat yang ikonik tapi tetap punya nuansa alam dan sejarah yang kuat, Gunung Kawi Tampaksiring wajib banget masuk list kamu. Lokasinya ada di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. 

Begitu sampai, kamu bakal disambut pemandangan super asri tebing hijau, aliran Sungai Pakerisan, dan suasana yang tenang banget. Tapi siap-siap ya, karena kamu harus turun ratusan anak tangga dulu sebelum sampai ke area candi. 

Yang bikin Gunung Kawi beda dari tempat lain adalah bentuk candinya. Ini bukan candi berdiri biasa, tapi dipahat langsung di dinding tebing batu. Ada sekitar 10 candi yang berjajar, dan ukurannya besar banget—megah sekaligus unik.

Baca juga: Melihat Pura Mengening, Rekomendasi Tempat Healing di Tampaksiring yang Tenang Banget

Gunung Tampaksiring. (Diparda Kab. Gianyar)

Secara sejarah, tempat ini adalah tempat pemujaan Raja Anak Wungsu, salah satu raja Bali kuno, putra dari Raja Udayana dan Ratu Gunapriya Dharmapatni. Raja Udayana sendiri punya tiga putra yaitu Airlangga (yang jadi Raja Kediri di Jawa Timur), serta Marakata dan Anak Wungsu yang melanjutkan pemerintahan di Bali.

Setelah Raja Udayana wafat, tahta diteruskan oleh Marakata, lalu dilanjutkan oleh Anak Wungsu. Nah, setelah para raja ini meninggal, mereka “distanakan” atau diabadikan di Candi Gunung Kawi ini.

Di dinding candi juga ditemukan tulisan kuno, seperti “Haji Lumang Ing Jalu” yang artinya kurang lebih raja yang diabadikan di Jalu, serta tulisan “Rwa Nak Ira” yang berarti dua putranya. Dari sini dipercaya kalau candi terbesar adalah untuk Raja Udayana, sementara yang lain untuk keturunannya.

Gunung Tampaksiring. (Diparda Kab. Gianyar)

Selain jadi tempat pemujaan leluhur, kawasan ini juga dulunya merupakan pusat kegiatan keagamaan dan pertapaan, yang bahkan disebut dalam Prasasti Tengkulak dari tahun 1023 Masehi.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Bali Selain Pantai, Yeh Pulu Relief Eksotis Tersembunyi di Gianyar

Menariknya lagi, di bagian selatan area candi ada Campuhan, yaitu pertemuan dua sungai: Sungai Pakerisan dan Sungai Bulan. Dalam kepercayaan Hindu, tempat ini dianggap suci dan sering digunakan untuk ritual penyucian diri. Sampai sekarang pun, air suci (tirta) dari sini masih dipakai untuk upacara keagamaan.

Jadi, selain bisa menikmati pemandangan yang indah banget, kamu juga bisa ngerasain vibes spiritual dan sejarah yang kental di satu tempat. Kalau kamu lagi cari destinasi di Bali yang enggak cuma estetik tapi juga punya cerita panjang tentang kerajaan dan budaya, Gunung Kawi ini benar-benar pengalaman yang beda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diparda.gianyarkab.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU